KEDIRI, LINGKARWILIS.COM β Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri kembali menggelar Parade Cikar Kabupaten Kediri 2026. Kegiatan yang memasuki tahun kelima tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Parade Cikar digelar Sabtu (22/8/2026) siang dengan melibatkan 43 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Dari total 46 peserta yang mendaftar, tiga di antaranya dinyatakan tidak lolos sehingga hanya 43 cikar yang mengikuti parade.
Selain peserta dari Kabupaten Kediri, kegiatan tersebut juga diikuti satu peserta sapi tunggang asal Yogyakarta. Para peserta menempuh rute sekitar tiga kilometer dengan titik start di Situs Totok Kerot dan finis di jalan depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri.
Sebelum mengikuti parade, seluruh sapi peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sapi dalam kondisi sehat dan terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun LSD.
Baca juga :Β Cikar Berusia 75 Tahun Ikut Meriahkan Parade Cikar V Kabupaten Kediri
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekda Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin, M.AP, Asisten Soni Agung Laksono, kepala SKPD, Ketua DPRD Kabupaten Kediri H. Murdi Hantoro, perwakilan Forkopimda Kabupaten dan Kota Kediri, serta tamu undangan lainnya.
Sekda Kabupaten Kediri bersama Ketua DPRD dan sejumlah pejabat Forkopimda juga ikut menaiki cikar sejak titik pemberangkatan hingga garis finis.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekda Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin mengapresiasi pelaksanaan Parade Cikar ke-V tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus menjaga keberadaan cikar sebagai salah satu alat transportasi tradisional yang memiliki nilai sejarah bagi Kabupaten Kediri.
“Mas Bupati meminta keberadaan cikar tetap dilestarikan sebagai bagian dari kebudayaan dan sejarah Kabupaten Kediri. Kita ingin cikar dengan kondisi kekinian yang sudah diperindah dan dimodifikasi pemiliknya tetap terjaga kelestariannya,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan bahwa parade tahun ini melibatkan 83 ekor sapi. Jumlah tersebut berdasarkan satu cikar yang ditarik sepasang sapi.
Baca juga :Β Semarak HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Kota Kediri, Kelurahan Bangsal Gelar Beragam Kegiatan
Ia mengatakan peserta berasal dari 10 kecamatan, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Wates dan Ngadiluwih. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kediri sehingga dapat kembali terlaksana.
Sapi yang mengikuti parade memiliki bobot maksimal sekitar 800 kilogram. Secara umum, sapi peserta merupakan sapi lokal jenis Brahman yang telah terbiasa menempuh perjalanan sehingga dinilai mampu mengikuti rute parade sepanjang tiga kilometer.
Tutik menegaskan, sapi dalam kegiatan tersebut bukan untuk mengikuti kontes, melainkan khusus sebagai bagian dari parade. Penilaian lebih difokuskan pada penampilan sapi, kreativitas dan inovasi cikar, serta keberadaan hasil produksi pertanian yang dibawa dalam parade.
“Kita berharap kepada pemilik sapi tetap semangat menjaga cikar yang mereka miliki dan menjaga sapi tetap sehat. Di event ini Pemkab Kediri tetap membersamai pemerhati budaya cikar dan keberlangsungan peternak sapi Kabupaten Kediri,” katanya.
Dalam Parade Cikar ke-V Kabupaten Kediri 2026, juara pertama diraih cikar milik Yudiono, Kepala Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, dengan nilai 84. Juara kedua diraih cikar milik Ponijan dari Kunjang, Ngancar, sedangkan juara ketiga diraih cikar milik Sugianto dari Desa Plaosan, Kecamatan Wates.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





