LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Festival Nasi Boran Jilid II yang digelar Pemerintah Desa Sumberjo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jumat (21/8/2026), berlangsung meriah. Ribuan warga memadati lokasi untuk menikmati kuliner khas Desa Sumberjo yang menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Lamongan.
Antusiasme masyarakat bahkan terlihat sejak loket penjualan kupon dibuka. Dari semula menyediakan 2.500 kupon makanan, panitia harus menambah 200 kupon karena tingginya permintaan dari pengunjung.
Ketua Panitia Festival Nasi Boran, Oon Zulianto Efendi, mengatakan sebanyak 25 stan pedagang nasi boran ikut berpartisipasi. Sebagian besar pedagang merupakan warga asli Desa Sumberjo.
Beragam pilihan lauk disediakan dalam festival tersebut, mulai ayam, bandeng, hingga rempelo ati. Pengunjung juga dapat menikmati lauk khas nasi boran seperti ikan gabus atau kutuk dan ikan sili. Harga yang ditawarkan berkisar Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per porsi.
Baca juga : Karnaval Pelajar Lamongan Semarakkan HUT ke-81 RI, Suguhkan Kostum Kreatif Bernuansa Nusantara
Selain nasi boran, sejumlah jajanan tradisional dari Dusun Sawu dan Plandi turut tersedia untuk menambah pilihan kuliner bagi pengunjung.
Untuk menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mencegah adanya permainan harga, Pemdes Sumberjo bersama pihak kecamatan menetapkan daftar harga resmi selama festival berlangsung. Kebijakan tersebut diterapkan agar transaksi berlangsung transparan dan pedagang lokal tetap mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
Penjabat Kepala Desa Sumberjo, Suharsono, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap Festival Nasi Boran. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menggerakkan perekonomian masyarakat serta mengembangkan UMKM kuliner di wilayah Sumberjo.
Festival tersebut juga menjadi momentum bagi Pemdes Sumberjo untuk mendorong keberlanjutan bahan baku kuliner nasi boran. Salah satunya melalui rencana sayembara budidaya ikan sili.
Ikan sili merupakan salah satu lauk favorit dalam sajian nasi boran. Namun, komoditas tersebut relatif mahal dan mulai sulit ditemukan di pasaran. Kondisi itu mendorong pemerintah desa untuk mengajak masyarakat mengembangkan budidaya ikan sili secara mandiri.
Baca juga : Parade Cikar ke-V Kabupaten Kediri Diikuti 43 Peserta, Angkat Nilai Sejarah dan Budaya
“Karena ikan sili untuk lauk nasi boran harganya cukup mahal dan mulai sulit didapatkan, kami menyiapkan hadiah total Rp6 juta untuk merangsang masyarakat mengembangkan budidayanya. Juara pertama mendapat Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1 juta,” jelas Suharsono.
Salah seorang pengunjung, Resti, mengaku senang dapat menikmati nasi boran langsung dari daerah asalnya bersama keluarga. Ia berharap festival tersebut dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan konsep yang semakin menarik.
Menurutnya, keberadaan Festival Nasi Boran tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga berpotensi memperkuat pariwisata berbasis tradisi dan kekayaan lokal di Kabupaten Lamongan.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





