Disarpus Kediri Kembangkan Layanan Perpustakaan Berbasis Resiliensi Adaptif

Disarpus Kediri Kembangkan Layanan Perpustakaan Berbasis Resiliensi Adaptif
Disarpus Kediri Kembangkan Layanan Perpustakaan Berbasis Resiliensi Adaptif (Bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kediri terus mengembangkan layanan perpustakaan daerah dengan menerapkan pola resiliensi adaptif. Konsep tersebut diterapkan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kediri, Pustaka Desa, hingga Taman Baca Masyarakat (TBM).

Melalui pola tersebut, Perpustakaan Daerah Kabupaten Kediri menjadi pusat layanan yang berkolaborasi dengan berbagai lembaga perpustakaan, seperti perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, maupun TBM.

Kepala Disarpus Kabupaten Kediri Dr. Sri Ilham Wahyu Subekti, M.Si. menjelaskan, penerapan resiliensi adaptif dilakukan melalui strategi tata kelola kolaboratif lintas sektor. Dalam pelaksanaannya, diperlukan kebijakan bersama, regulasi layanan publik, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Ilham, salah satu aspek penting dalam pola tersebut adalah pengelolaan sirkulasi koleksi secara terintegrasi antarlembaga perpustakaan.

Baca juga : Satu Malam, Damkar Kediri Evakuasi Dua Sarang Tawon Berbahaya

“Sirkulasi kolektif melibatkan antar lembaga perpustakaan. Dengan begitu, perpustakaan yang koleksinya belum berkembang bisa mendapatkan buku baru dari lembaga perpustakaan lainnya. Dalam sistem yang terintegrasi ini dibutuhkan komunikasi dan interaksi antarperpustakaan, mulai dari tingkat kabupaten, desa hingga TBM,” jelasnya.

Ilham menambahkan, perkembangan era digital juga membuat pembangunan infrastruktur pengetahuan berbasis teknologi menjadi kebutuhan penting. Salah satunya melalui penyediaan perpustakaan digital atau e-library.

Keberadaan e-library tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan di tingkat kabupaten, tetapi juga memungkinkan masyarakat mengakses bahan bacaan melalui perpustakaan sekolah maupun desa. Karena itu, menurut Ilham, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pustakawan menjadi hal yang sangat penting.

“Pustakawan yang memiliki SDM tinggi akan memberikan nilai lebih dan berpengaruh terhadap masyarakat di sekitar lokasi perpustakaan,” katanya.

Baca juga : Ditinggal Pergi Saat Memasak, Rumah Warga Puncu Kediri Terbakar

Ia menjelaskan, keberadaan perpustakaan yang didukung pustakawan berkualitas dapat memberikan pengaruh terhadap pola pikir masyarakat. Ketersediaan bahan bacaan yang beragam diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kualitas SDM.

“Perpustakaan ini memiliki multiplier effect bagi masyarakat di sekitar lokasi. Dengan koleksi buku yang lengkap, masyarakat memiliki lebih banyak bahan untuk belajar. Pustaka digital juga memberikan dampak positif karena dapat mendorong orang untuk terus belajar dan mengalami perubahan setelah membaca buku,” ujarnya.

Menurut Ilham, kelengkapan koleksi perpustakaan, baik di tingkat daerah, desa, kecamatan maupun TBM, dapat memberikan manfaat positif dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat.

Keberadaan perpustakaan diharapkan mampu menggugah minat masyarakat untuk terus menambah ilmu dan pengetahuan. Dari proses tersebut, masyarakat juga dapat mengembangkan kemampuan serta memiliki keahlian yang mendukung perkembangan dirinya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *