PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Musim kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo. Hingga 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 342 jiwa di dua desa mengalami dampak kekeringan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, dua wilayah yang terdampak berada di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, serta Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.
Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, mengatakan jumlah warga terdampak di Dukuh Dungus mencapai 189 jiwa. Sementara di Dukuh Munggur, Desa Munggu, terdapat 153 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kalau dihitung, sudah 31.000 liter air bersih yang telah disalurkan untuk dua desa tersebut,” ujar Masun.
Baca juga : Zakat dan Infak ASN Ponorogo Capai Rp8,6 Miliar, BAZNAS Perkuat Sosialisasi
Ia menjelaskan, distribusi air bersih ke Desa Karangpatihan telah dilakukan sejak akhir Juli hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, total bantuan air bersih yang disalurkan mencapai 18.000 liter.
Sementara itu, BPBD Ponorogo telah mendistribusikan sebanyak 13.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.
Selain dua wilayah tersebut, BPBD Ponorogo juga menerima laporan adanya potensi kekeringan dari beberapa desa lainnya. Saat ini, petugas masih melakukan asesmen di lapangan untuk mengetahui kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah.
Salah satunya di Desa Wates. Menurut Masun, kebutuhan warga di wilayah tersebut sementara ini lebih diarahkan pada penyediaan sarana dan prasarana penampungan air.
“Di Desa Wates, misalnya, kebutuhan sementara berupa sarana dan prasarana tandon. Pasokan air akan dipenuhi dari sumur bor yang telah tersedia,” imbuhnya.
Sementara laporan kekeringan yang berasal dari Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, juga masih dalam tahap asesmen.
BPBD berencana menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut setelah sarana penampungan air tersedia.
Baca juga : Pastikan Bebas Narkoba, Personel Satresnarkoba Polres Kediri Jalani Tes Urine
“Di Gelang Kulon meminta air bersih dan ini masih dalam asesmen. Perkiraan Senin minggu depan akan dilakukan distribusi air bersih untuk pertama kali,” jelasnya.
Masun menambahkan, pola penanganan kekeringan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Selain menyalurkan air bersih, BPBD juga menyiapkan bantuan berupa tandon dan jeriken apabila dibutuhkan masyarakat.
Dalam penanganan dampak kekeringan, BPBD Ponorogo turut menggandeng sejumlah pihak, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), untuk membantu distribusi air bersih kepada warga.
“Kami siap, baik sarana prasarananya maupun distribusinya,” pungkas Masun.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin






Response (1)