Bapanas Pantau Penyaluran Bantuan Beras di Ponorogo, 107 Warga Jingglong Terima Bantuan

Bapanas Pantau Penyaluran Bantuan Beras di Ponorogo, 107 Warga Jingglong Terima Bantuan
Bapanas saat melakukan pemantauan penyaluran bantuan pangan di Ponorogo (SOny)

PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 107 warga Kelurahan Jingglong, Kabupaten Ponorogo, menerima bantuan pangan berupa beras dari pemerintah. Penyaluran bantuan tersebut mendapat pemantauan langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Jumat (4/9/2026).

Bantuan pangan ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan penyaluran bantuan beras di Kelurahan Jingglong dilakukan melalui Perum Bulog.

Andriko menyampaikan, khusus wilayah Kabupaten Ponorogo, penyaluran bantuan pangan ditargetkan telah selesai pada pertengahan September 2026. Sementara secara nasional, Bulog menargetkan seluruh proses distribusi rampung paling lambat akhir September.

“Bantuan pangan ini tujuannya untuk meringankan beban masyarakat. Kalau diberikan gratis, otomatis pengeluaran rumah tangga yang seharusnya untuk membeli makanan bisa digunakan untuk keperluan lainnya,” ujar Andriko.

Baca juga :Β Sebanyak 1.700 Peserta Siap Meriahkan Kediri Run 2026

Ia juga mengimbau masyarakat turut mengawasi ketepatan sasaran program tersebut. Apabila terdapat warga yang memenuhi kriteria tetapi belum terdaftar sebagai penerima, masyarakat dapat mengusulkan perbaikan data melalui RT untuk kemudian diteruskan kepada lurah atau kepala desa secara berjenjang.

Pembaruan data juga dapat dilakukan terhadap penerima yang telah meninggal dunia maupun yang sudah berpindah tempat tinggal.

“Kalau yang meninggal itu jatahnya bisa dialihkan ke yang lain yang membutuhkan,” katanya.

Salah seorang penerima bantuan, Indah Mawarni, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Warga Kelurahan Jingglong itu menerima bantuan sebanyak 30 kilogram beras yang terdiri dari tiga sak.

“Alhamdulillah sangat membantu sekali, bisa meringankan beban. Harga beras sangat mahal sekali, kalau yang biasa itu Rp14.500 per kilogram, paling mahal Rp16 ribu,” ungkap Indah.

Secara nasional, program bantuan pangan beras tersebut menyasar sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Untuk wilayah Jawa Timur, pemerintah menyiapkan sekitar 1,17 juta ton beras yang diperuntukkan bagi 5,6 juta KPM.

Hingga saat ini, penyaluran bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap KPM telah mencapai sekitar 43 persen. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 745 ribu KPM yang telah menerima bantuan.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *