Jombang, LINGKARWILIS.COM β Kepolisian Sektor (Polsek) Kabuh mulai menyelidiki dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026).
Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya sejumlah keluhan kesehatan yang dialami siswa, mulai dari mual, muntah hingga diare.
Kapolsek Kabuh AKP Muhammad Yogie Pratama mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan informasi dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan MBG.
“Kami akan menggali informasi lebih dalam dengan menggandeng pihak sekolah, dan juga menggali informasi dari kepala dapur SPPG,” ujar Yogie kepada awak media, Jumat (4/9/2026).
Selain menggali keterangan, polisi juga akan menelusuri asal makanan yang dikonsumsi para siswa, termasuk mekanisme serta jalur distribusinya dari SPPG hingga sampai ke SMPN 1 Kabuh.
Baca juga :Β BI Kediri dan Pemkot Kediri Gelar SYIAR 2026, Percepat Ekonomi Syariah Mataraman Lewat Transformasi Digital
Menurut Yogie, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah siswa yang mengalami keluhan. Sebagian siswa telah mendapatkan penanganan medis, baik melalui observasi maupun menjalani rawat inap. Sementara beberapa siswa lainnya sudah diperbolehkan kembali ke rumah.
“Untuk informasi sementara, baru di SMPN 1 Kabuh saja kejadian ini. Kami masih menggali informasi berapa penerima manfaat dari SPPG terkait dan jalur distribusinya ke mana saja,” terangnya.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh polisi, menu MBG yang disantap siswa pada Rabu (2/9/2026) terdiri dari nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, tumis wortel dan sawi, brokoli, serta pepaya.
“Mereka mengalami mual, muntah ataupun diare. Namun, pihak sekolah maupun kami dari kepolisian baru diberi informasi pada Kamis (3/9/2026) pagi,” pungkasnya.
Baca juga :Β Dalam Sehari, Damkar Kabupaten Kediri Tangani Tiga Kebakaran di Lokasi Berbeda
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kabuh, Sri Mustikaning, mengatakan sejumlah siswa yang mendapatkan pemeriksaan mengalami gejala berupa mual, muntah dan diare.
Gejala tersebut, kata Sri, menyerupai kondisi yang biasa ditemukan pada kasus keracunan makanan. Namun, pihak Puskesmas Kabuh belum dapat memastikan jumlah siswa yang mengalami gejala tersebut karena masih menunggu pendataan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
“Rata-rata gejala yang dialami oleh para siswa seperti mual, muntah, diare, seperti layaknya keracunan makanan,” ungkap Sri.
Di sisi lain, Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, menyebut dugaan sementara mengarah pada menu udang yang dikonsumsi para siswa. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
“Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya,” jelas Chakra.
Chakra menambahkan, dari sekitar 2.899 penerima manfaat yang memperoleh menu tersebut, laporan gangguan kesehatan sejauh ini hanya berasal dari SMPN 1 Kabuh.
Di sekolah tersebut terdapat sekitar 689 penerima manfaat. Namun, tidak seluruh siswa yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami keluhan kesehatan.
Pihak SPPG juga memastikan proses pengolahan makanan telah dilakukan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP). Waktu memasak disebut tidak melebihi batas yang telah ditentukan.
Bahan makanan untuk menu tersebut, termasuk udang, diterima sehari sebelum makanan dibagikan. Menurut pihak SPPG, mekanisme tersebut telah sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan program MBG.
Hingga kini, kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penelusuran dan pemeriksaan. Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





