Jombang, LINGKARWILIS.COM – “Aku mau papa, aku mau papa.” Kalimat sederhana dari seorang bocah berusia empat tahun itu kini terus terngiang di telinga keluarga Gondham Prakoso (32), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Sang bocah terus mencari ayahnya yang belum pulang setelah KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Gondham merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) yang hingga kini belum ditemukan. Di kapal tersebut, warga Bulurejo itu bertugas sebagai Second Officer.
Bagi keluarga, ketidakpastian keberadaan Gondham menjadi penantian panjang. Terlebih bagi sang ibu, Eni Setia Rahayu (58), yang mengaku masih sulit menenangkan diri sejak mengetahui anak keduanya dari empat bersaudara tersebut belum ditemukan.
“Saya sudah tidak kuat, Mas. Sampai sekarang belum makan,” ucap Eni saat ditemui di kediamannya, Kamis (17/9/2026).
Baca juga : Data Sensus Ekonomi Jombang Disorot, Warga Miskin Khawatir Tergusur dari Penerima Bansos
Keluarga pertama kali mendapat kabar mengenai musibah tersebut pada Minggu pagi dari seorang kerabat yang bekerja di kawasan pelabuhan.
Sebelumnya, ketika kondisi kapal mulai kritis pada Minggu dini hari, istri Gondham sempat menerima pesan WhatsApp dari suaminya. Namun, informasi itu tidak langsung disampaikan kepada keluarga karena khawatir membuat mereka panik.
Sejak mengetahui Gondham belum ditemukan, keluarga terus berupaya mendapatkan informasi. Mereka menghubungi Basarnas, pihak perusahaan tempat Gondham bekerja, hingga mendatangi kantor perusahaan di Surabaya.
Namun, berbagai upaya tersebut belum memberikan kabar yang diharapkan.
“Sudah semua dihubungi, WA Basarnas, WA kantor. Saudara-saudara juga banyak yang sudah datang ke sana,” ujar Dyah Puspitasari (36), kakak Gondham.
Kerinduan keluarga terhadap Gondham semakin terasa karena pria tersebut baru sekitar sepekan sebelumnya pulang ke rumah. Saat itu, ia masih sempat bertemu ibu dan anaknya sebelum kembali menjalankan tugas di kapal.
Menurut Dyah, Gondham baru sekitar dua bulan bekerja di KM Virgo Transport 8. Sebelumnya, ia telah memiliki pengalaman bekerja di kapal selama kurang lebih lima hingga enam tahun.
Di tengah penantian tersebut, keluarga juga masih mengingat rencana besar yang tengah dipersiapkan Gondham. Ia telah mendaftarkan diri untuk kembali menempuh pendidikan di bidang pelayaran dan tinggal menunggu waktu masuk sekolah.
Gondham ingin melanjutkan pendidikan untuk mengejar jenjang sebagai nakhoda.
“Sudah daftar. Tinggal masuk saja. Dia memang mau sekolah lagi,” tutur Dyah.
Rencana tersebut sedianya dimulai pada 21 September mendatang. Namun, sebelum hari itu tiba, keluarga justru mendapat kabar musibah yang membuat mereka harus menunggu kepastian keberadaan Gondham.
Bagi Eni, ada satu pesan Gondham kepada putranya yang terus teringat. Pesan itu sederhana, tetapi kini memiliki arti mendalam bagi keluarga.
“Yang pintar ya, jaga Mama terus,” begitu pesan Gondham kepada anaknya.
Kini bukan hanya sang ibu yang menunggu kepulangan Gondham. Putranya yang masih kecil juga mulai merasakan kehilangan sosok ayah yang biasanya berada di dekatnya.
“Anaknya umur empat tahun. Sekarang sudah mulai mencari papanya. Bilang, ‘Aku mau papa, aku mau papa’,” tutur Eni.
Keluarga berharap operasi pencarian yang masih berlangsung dapat segera menemukan Gondham. Eni pun masih menyimpan harapan agar anaknya bisa kembali ke rumah.
“Harapannya anak saya bisa ditemukan dengan keadaan selamat,” harapnya.
KM Virgo Transport 8 merupakan kapal jenis penumpang/kargo Ro-Ro yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Kapal tersebut membawa ratusan orang sebelum mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan untuk menemukan penumpang maupun awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin






Response (1)