Jembatan Talunrejo Penghubung Lamongan-Bojonegoro Segera Direkonstruksi, Embung Dungpawon Siapkan Irigasi Sawah

Jembatan Talunrejo Penghubung Lamongan-Bojonegoro Segera Direkonstruksi, Embung Dungpawon Siapkan Irigasi Sawah
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turun langsung melakukan monitoring sejumlah proyek infrastruktur.(Ist)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menggenjot pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain memperbaiki akses antardaerah, pemerintah juga menyiapkan sarana pendukung pertanian untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan sawah.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melakukan monitoring sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Lamongan, Jumat (25/9/2026). Salah satu lokasi yang menjadi perhatian yakni Jembatan Talunrejo di Dusun Godok, Kecamatan Bluluk.

Jembatan tersebut memiliki peran penting karena menjadi akses penghubung antara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro. Di sisi Lamongan, jembatan berada di wilayah Kecamatan Bluluk, sedangkan wilayah seberangnya masuk Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengatakan Jembatan Talunrejo sebelumnya sempat mengalami putus sehingga perlu dilakukan rekonstruksi. Mengingat fungsinya sebagai penghubung masyarakat dari dua kabupaten, pemerintah berupaya agar pembangunan kembali jembatan dapat segera direalisasikan.

Baca juga : Lomba Desain Batik Lamongan 2026 Diikuti 292 Peserta, Karya Terbaik Berpeluang Jadi Seragam Pelajar

“Jembatan Talunrejo kebetulan kemarin sempat putus dan ini strategis sekali karena menghubungkan dua kabupaten. Talunrejo ini Kecamatan Bluluk Lamongan dan di seberangnya Kecamatan Kedungadem, sehingga strategis,” kata Yuhronur.

Ia menjelaskan, rencana rekonstruksi tersebut telah mendapat persetujuan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Saat ini Pemkab Lamongan tengah mengupayakan pembangunan bagian pondasi sebagai salah satu tahapan penting dalam pekerjaan jembatan.

“Kemarin kami sudah menghadap kepada Ibu Gubernur, beliau sudah menyetujui dan tinggal sekarang pondasi yang sedang kita upayakan supaya termasuk di dalam bagian jembatan itu,” jelasnya.

Mengacu pada data Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Jembatan Talunrejo nantinya direncanakan memiliki panjang bentang 25 meter dan lebar enam meter.

Untuk struktur bawah, jembatan akan menggunakan abutmen beton bertulang yang diperkuat minipel berukuran 200 x 200 milimeter dengan panjang mencapai 14 meter. Sementara struktur atas dirancang menggunakan konstruksi baja komposit.

Baca juga : Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Beri Tenggat 7 Hari, Penguasaan Kios dan Sewa Bawah Tangan Bakal Ditindak

Selain pembangunan konektivitas, Pemkab Lamongan juga menyiapkan infrastruktur untuk menunjang kebutuhan air sektor pertanian. Salah satunya melalui rencana pembangunan Embung Dungpawon di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame.

Embung tersebut direncanakan berada di area potensial sekitar empat hektare dengan kapasitas tampungan efektif kurang lebih 180.000 meter kubik.

Keberadaan embung diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengairan sekitar 25 hektare lahan sawah hingga dua musim tanam setiap tahunnya.

“Sembung ini ke depan atas usulan dari masyarakat termasuk kepala desa, nanti akan kita buatkan waduk. Ada embrionya sudah di situ, mudah-mudahan tahun depan ini sudah bisa menyediakan air sekitar 75.000 kubik sesuai kebutuhan per masa tanam dan mengairi 25 hektare sawah, bahkan mungkin bisa lebih,” ungkap Pak Yes.

Untuk mendukung pemanfaatan embung, pemerintah juga berencana menyiapkan saluran irigasi yang terhubung dengan lahan pertanian. Saluran tersebut nantinya akan mendapatkan pemeliharaan secara rutin agar tetap berfungsi optimal.

“Nanti kita upayakan juga saluran irigasi yang selanjutnya nanti akan dipelihara setiap tahunnya,” imbuhnya.

Dalam kegiatan monitoring yang sama, Bupati Yuhronur juga meninjau pekerjaan rekonstruksi jalan pada ruas Dradah-Kedungpring. Penanganan jalan tersebut memiliki panjang sekitar 2.882 meter.

Berbagai proyek tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur secara lebih menyeluruh. Pemkab Lamongan tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga menempatkan konektivitas wilayah, ketersediaan air pertanian, ketahanan pangan, serta kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat sebagai bagian dari sasaran pembangunan.***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *