KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menghadapi musim kemarau yang semakin kering, para petani di Kabupaten Kediri mulai menggunakan mesin diesel air sebagai solusi untuk menjaga kelangsungan irigasi sawah mereka. Langkah ini dilakukan agar lahan pertanian tetap terairi dan tanaman tidak mati akibat kekurangan air.
Solikin, salah satu petani di Kecamatan Ringinrejo, mengungkapkan bahwa perubahan cuaca membuat dirinya dan petani lain harus beradaptasi dengan cepat. Jika menunggu aliran air irigasi dari saluran utama, waktu tunggu bisa sangat lama.
“Kalau nunggu giliran air, bisa-bisa tanaman keburu layu. Maka saya pakai diesel air untuk menyedot air ke sawah,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).
Uniknya, Solikin tidak lagi memakai bensin sebagai bahan bakar diesel-nya. Ia beralih menggunakan gas LPG 3 kilogram, atau biasa disebut “gas melon”, karena lebih hemat dan tahan lama.
Baca juga : Sebanyak 40 Siswa Kelas X SRMA Kabupaten Kediri Potong Rambut untuk Tunjang Kedisiplinan dan Penampilan
“Satu tabung gas bisa dipakai sampai enam jam, sementara kalau pakai bensin cuma tahan tiga jam,” jelasnya. Ia menyebut, pengairan dilakukan setidaknya tiga kali dalam seminggu untuk menjaga kondisi tanah tetap lembab.
Fenomena ini tidak hanya dilakukan Solikin. Sejumlah petani lain di kawasan yang sama juga mulai mengandalkan mesin diesel air berbahan bakar gas demi memastikan suplai air ke lahan pertanian mereka tetap stabil selama kemarau berlangsung.
“Kami ingin memastikan tanah tetap subur dan tanaman bisa tumbuh optimal sampai masa panen nanti,” tambahnya.
Baca juga : Pelayanan di Kelurahan Banjarmlati, Kota Kediri Diapresiasi Warga, Ternyata Karena Ini
Langkah cepat dan mandiri ini menjadi bentuk adaptasi para petani lokal dalam menghadapi tantangan iklim yang terus berubah, sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pertanian di musim kemarau.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin






