Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Akses jalan utama menuju Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, dilaporkan terputus akibat tanah longsor setelah diguyur hujan deras selama kurang lebih lima jam, Jumat malam (30/1/2026). Longsor tersebut menyebabkan badan jalan amblas dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Informasi longsor pertama kali diketahui dari unggahan video akun Facebook milik Cak Nurhadi yang memperlihatkan kondisi jalan utama Desa Rejosari mengalami kerusakan cukup parah. Dalam video tersebut tampak sebagian badan jalan terbelah dan tertutup material longsor, sehingga akses warga terhenti total.
Lokasi longsor berada di sisi utara SD Negeri 2 Kalibatur. Kondisi ini membuat akses tersebut sangat vital, terutama bagi aktivitas warga dan para pelajar. Kerusakan jalan yang cukup dalam membuat warga khawatir longsor susulan, mengingat bagian jalan yang tersisa hanya separuh dan rawan ambrol.
Baca juga : Bidik Wisatawan dan PAD, Disparbud Kabupaten Kediri Susun Kalender Event Pariwisata 2026
“Mengabarkan dulur, jalan di Desa Rejosari Kecamatan Kalidawir mengalami longsor. Lokasinya berada di sisi utara SDN 2 Kalibatur,” ujar Cak Nurhadi dalam unggahan videonya, Sabtu (31/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Kalidawir dalam waktu cukup lama. Guyuran hujan tersebut memicu retakan pada badan jalan hingga akhirnya terjadi longsor.
Akibat kejadian itu, warga Desa Rejosari sempat menetapkan status siaga 1. Material longsor bahkan dilaporkan masuk ke rumah warga yang berada di bawah tebing dengan jarak longsoran mencapai sekitar 50 meter.
Selain menjadi akses menuju SD Negeri Kalibatur, jalan yang terdampak longsor tersebut juga merupakan jalur penghubung menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) yang mengarah ke Pantai Sine. Untuk menghindari risiko kecelakaan, warga menutup total akses jalan dan melarang kendaraan melintas.
Baca juga : Cuaca Ekstrem Awal Tahun, Petani Kediri Pertahankan Paranet Penghalau Hama Tanaman
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, mengatakan pihaknya masih melakukan pengumpulan data terkait dampak hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Tulungagung, termasuk laporan longsor di Desa Rejosari.
“Saat ini kami masih melakukan peninjauan banjir di Kecamatan Besuki. Jika laporan longsor dari Desa Rejosari sudah kami terima secara resmi, kami akan segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Teguh Abianto.
Hingga saat ini, BPBD Tulungagung masih berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk memastikan kondisi terkini serta langkah penanganan lanjutan.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





