NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Keindahan Air Terjun Coban Kepel di Kabupaten Nganjuk memang menawarkan daya tarik tersendiri. Namun, untuk menikmati pesona alam tersebut, pengunjung dituntut memiliki kondisi fisik yang prima lantaran akses menuju lokasi masih tergolong sulit.
Hingga kini, jalur menuju kawasan wisata alam itu belum sepenuhnya memadai. Wisatawan harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer sebelum tiba di titik air terjun. Kondisi jalur akan semakin berisiko ketika hujan turun, karena permukaan jalan menjadi licin.
Medan yang dilalui pun cukup berat. Selain jarak tempuh yang relatif jauh, sebagian besar jalur masih berupa jalan tanah bercampur bebatuan dan berlumpur. Tantangan lain muncul ketika pengunjung harus menyeberangi aliran sungai kecil yang belum dilengkapi sarana penyeberangan permanen.
Kendati demikian, keterbatasan infrastruktur tersebut tidak menyurutkan minat pencinta wisata alam. Bagi sebagian wisatawan, medan yang menantang justru menambah sensasi petualangan dan menjadi daya tarik tersendiri dalam menemukan destinasi alam yang masih tersembunyi.
Kepala Desa Kepel, Sundari, mengatakan pemerintah desa terus berupaya melakukan pembenahan akses secara bertahap untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
“Beberapa titik jalan sudah kami ratakan dan dipadatkan agar tidak terlalu bergelombang. Lubang-lubang jalan juga telah dilakukan penambalan,” ujarnya.
Selain perbaikan jalur, pemerintah desa juga menata sistem parkir dengan menyediakan lokasi khusus bagi kendaraan roda dua. Sementara bagi wisatawan yang datang menggunakan kendaraan roda empat, telah disiapkan jasa ojek motor untuk mengantar hingga batas jalur yang memungkinkan.
Baca juga : Hadapi Bali United, Pelatih Persik Kediri Tekankan Kewaspadaan Pemain
“Penunjuk arah menuju Coban Kepel juga sudah kami pasang agar pengunjung tidak mengalami kesulitan atau tersesat,” pungkasnya.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





