Jombang, LINGKARWILIS.COM – Suasana Alun-alun Kabupaten Jombang, Kamis (12/2), tampak semarak. Ribuan warga tumpah ruah memadati lapangan untuk menyaksikan sekaligus mengikuti tradisi Grebeg Apem 2026, dengan momen puncak berupa perebutan gunungan apem.
Sebelum prosesi utama berlangsung, kirab apem diberangkatkan dari Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang menuju alun-alun. Arak-arakan berlangsung meriah dengan iringan drum band serta pertunjukan tari bernuansa Timur Tengah yang semakin menambah semarak suasana menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Kirab diikuti mayoritas siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kecamatan. Mereka berjalan berbaris mengawal gunungan serta ribuan apem berwarna-warni yang menjadi simbol tradisi megengan ritual turun-temurun masyarakat Jombang dalam menyongsong Ramadan.
Setibanya di lokasi, sebanyak 15.752 apem yang disusun dalam 17 tumpeng ditata berjajar di tengah alun-alun. Namun, sebelum rangkaian sambutan selesai sepenuhnya, warga yang telah menanti sejak siang tak kuasa menahan antusiasme. Dalam hitungan menit, apem-apem tersebut ludes diserbu dan berpindah tangan.
Baca juga : TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Bupati Jombang Warsubi menegaskan, Grebeg Apem bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana memperkuat kebersamaan sekaligus tradisi saling memaafkan menjelang Ramadan.
“Tradisi ini menjadi wujud kegembiraan bersama sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi masyarakat Jombang. Saya mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya usai prosesi.
Ia menambahkan, tradisi megengan perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya daerah yang mampu memperkokoh persatuan masyarakat. Menurutnya, masyarakat kini bersiap menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang penuh keberkahan.
“Ramadan adalah bulan yang sarat ampunan dan rahmat. Mari kita sambut dengan penuh suka cita serta mempersiapkan diri lahir dan batin,” katanya.
Warsubi juga mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi umat Islam. Ia menilai, ibadah puasa tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga menjadi sarana pembinaan diri untuk meningkatkan ketakwaan.
Baca juga : Kirab Keliling Grebeg Gunungan Apem SMPN 4 Jombang, Perkuat Kesiapan Spiritual Siswa Menyambut Ramadan
“Kita patut berbahagia karena sebagai umat muslim yang beriman, kita diberi kesempatan menjalankan kewajiban berpuasa dengan hati yang gembira,” pungkasnya.
Di tengah riuh sorak dan tangan-tangan yang berebut apem, Grebeg Apem kembali menegaskan bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu. Lebih dari itu, ia menjadi ruang merawat kebersamaan dan memperkuat ikatan sosial dalam menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





