Kediri, LINGKARWILIS.COM – Fenomena cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Kediri. Suhu panas menyengat di siang hari kini diiringi udara dingin menusuk tulang saat malam tiba. Kondisi ini dikenal masyarakat sebagai “mbediding”.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri memperingatkan warga untuk waspada, terutama menjelang puncak mbediding yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan perubahan cuaca ekstrem yang kini terjadi. Menurutnya, mbediding bisa berdampak serius bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti asma atau alergi.
Baca juga : Khaira, Juara Lomba 3M Kota Kediri Masuk 10 Besar Tingkat Jatim
“Fenomena seperti ini memang terjadi setiap tahun saat musim kemarau, meski tahun ini kita mengalami kemarau basah. Warga harus tetap siaga. Cuaca dingin berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan seperti kambuhnya asma, alergi kulit, hingga hipotermia, terutama bagi yang memiliki daya tahan tubuh rendah,” jelasnya.
Meski hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat mbediding, Joko menekankan pentingnya langkah antisipatif demi menjaga kesehatan masyarakat. Ia menyebut, pada puncaknya di bulan Agustus, suhu udara akan sangat rendah mulai malam hingga pagi hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh. Gunakan pakaian hangat saat beraktivitas di malam hari, serta konsumsi makanan bergizi dan vitamin guna meningkatkan imun tubuh,” pesannya. ***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





