BLITAR, LINGKARWILIS.COM β Menjelang Lebaran, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih jajanan Lebaran. Jika menemukan makanan yang mencurigakan, disarankan untuk tidak membelinya dan memilih alternatif lain yang lebih aman.
Ahli Muda Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Kediri, Tito Veriyanto, mengingatkan bahwa jajanan Lebaran, baik kering maupun basah, harus diperiksa dengan teliti sebelum dikonsumsi.
“Penting untuk jeli sebelum membeli. Jangan sampai keracunan karena jajanan yang tidak higienis,” ujarnya saat ditemui usai menjadi narasumber di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Selasa (18/3/2025).
Baca juga :Β Peringatan 156 Tahun Jembatan Lama Kediri, Upaya Pelestarian Sejarah oleh Juru Wotan
Tito menjelaskan bahwa membedakan makanan higienis dan yang mengandung bahan pengawet cukup mudah. Salah satu indikatornya adalah warna yang terlalu cerah dan tidak alami.
Selain itu, bau apek atau basi bisa menjadi tanda adanya pengawet atau campuran bahan kimia berbahaya, seperti rodamin yang jika dikonsumsi berlebihan dapat membahayakan kesehatan.
Ia juga menyoroti kasus penjualan makanan kedaluwarsa di Badas, Kabupaten Blitar, di mana pedagang menawarkan harga murah untuk mengelabui pembeli.
“Padahal, jajanan tersebut sudah kedaluwarsa dan tidak layak konsumsi,” katanya.
Baca juga :Β Harga Daging Ayam di Kediri Naik Jadi Rp 32.000 per Kg, Permintaan Melonjak Jelang Lebaran
Jelang Lebaran, BPOM Kediri terus melakukan sosialisasi dan inspeksi terhadap jajanan pasar, takjil, hingga kue kering. Khusus di Blitar, BPOM telah turun langsung untuk mengecek kualitas makanan yang beredar.
“Jika ada temuan makanan yang tidak layak, kami telaah dan minta untuk tidak dijual. Mayoritas pedagang hanya menerima titipan dari pemasok, bukan memproduksi sendiri,” pungkasnya. ***





