KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menjelang Lebaran, harga daging ayam di Kabupaten Kediri terus mengalami kenaikan, mencapai Rp 32.000 per kilogram sejak Senin (17/3). Kenaikan harga ini terjadi di seluruh pasar, termasuk Pasar Mojo, seiring dengan meningkatnya permintaan yang mencapai 2,5 kwintal per hari per pedagang.
Binti (35), seorang pedagang di Pasar Mojo, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan ini terutama berasal dari rumah makan, warung makan, ibu rumah tangga, serta pedagang makanan olahan seperti sempol dan pentol. Tren ini mulai terasa sejak pekan kedua Ramadan.
“Setiap konsumen memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang membeli 10 kilogram, 50 kilogram, bahkan hingga 75 kilogram. Permintaan terbesar datang dari warung sate, yang tetap membeli meski harga naik karena selalu ramai saat buka puasa,” ujarnya.
Baca juga : Minuman Kedaluwarsa Ditemukan Saat Sidak Swalayan di Kota Kediri, Polisi Lakukan Uji Lab
Binti menjelaskan bahwa daging ayam yang ia jual selalu dalam kondisi segar, karena berasal dari ternak milik suaminya. Setiap pagi, ia memasok 1,5 kwintal ke pasar, sementara 1 kwintal lainnya disiapkan di rumah untuk memenuhi permintaan tambahan.
Ia memprediksi permintaan akan terus meningkat hingga Lebaran, terutama karena peternak ayam pedaging saat ini tengah memasuki masa panen untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Permintaan terus naik di minggu ini, dan saya yakin akan semakin meningkat menjelang Lebaran. Peternak juga sudah bersiap agar stok ayam tetap tersedia,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





