Bubur Suro, Sajian Sakral di Bulan Muharram yang Sarat Makna di Jombang

Bubur Suro, Sajian Sakral di Bulan Muharram yang Sarat Makna di Jombang
Warga tengah menyiapkan bubur suro pesanan pelanggan, lengkap dengan tujuh lauk pelengkap di dapur produksinya di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro. (ist)

JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Bubur suro menjadi hidangan khas yang kerap dihadirkan masyarakat Jawa pada bulan Muharram. Di balik penyajiannya, kuliner ini menyimpan nilai budaya dan spiritual yang kuat, khususnya dalam tradisi ruwatan, tasyakuran, dan doa bersama.

Di Kabupaten Jombang, tradisi membuat bubur suro masih lestari. Salah satu pelestarinya adalah Atik Maria Ningsih, warga Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro. Sejak 2018, Atik secara rutin memproduksi bubur suro setiap bulan Suro, terutama untuk acara adat dan keagamaan.

“Bubur suro beda dengan bubur ayam. Bahannya memang sama, tapi isian dan tujuannya sangat berbeda,” ujar Atik kepada media, Sabtu (5/7/2025).

Baca juga : Tarung Derajat Kabupaten Kediri Sabet Juara 2 Porprov Jatim 2025, Kalah Tipis dari Tuan Rumah

Bubur suro disajikan lengkap dengan tujuh lauk pelengkap, masing-masing memiliki simbol perlindungan dan doa keselamatan. Tujuh lauk itu di antaranya ikan teri, kacang goreng, sambal goreng krecek, tempe kletik, telur dadar iris, ayam suwir berbumbu, dan kerupuk. Angka tujuh diyakini memiliki nilai spiritual dalam kepercayaan masyarakat.

Tak seperti bubur ayam yang disajikan dengan kuah kaldu dan sambal, bubur suro cenderung lebih kering dan tidak berkuah. Biasanya disajikan dalam piring atau kotak secara lengkap dan dinikmati bersama-sama dalam acara adat tertentu.

“Aturan adat biasanya memesan bubur suro untuk acara tolak bala, tasyakuran, atau doa bersama pada 10 Muharram. Ini bentuk ikhtiar menjaga keselamatan keluarga,” jelas Atik.

Baca juga : WNI yang Diduga Bunuh Diri di Bandara Incheon Ternyata Warga Kediri, Benarkah Tekanan Kerja? 

Bagi masyarakat Jombang dan daerah sekitarnya, bubur suro bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga bentuk pelestarian warisan budaya yang mengandung nilai religius dan sosial.***

Reporter: Agung
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D