Catut Nama Ajudan Kapolres Batu, Nomor WhatsApp Ini Diduga Digunakan untuk Penipuan

Catut Nama Ajudan Kapolres Batu, Nomor WhatsApp Ini Diduga Digunakan untuk Penipuan
Catut Nama Ajudan Kapolres Batu, Nomor WhatsApp Ini Diduga Digunakan untuk Penipuan

BATU, LINGKARWILIS.COM – Masyarakat Kota Batu diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan penipuan melalui aplikasi WhatsApp yang mencatut identitas pejabat kepolisian. Kali ini, pelaku menggunakan nama akun “Ajudan Kapolres Kota Batu” disertai foto profil Kapolres Batu AKBP Pandji Gedhe Prabawa.

Nomor WhatsApp yang digunakan dalam akun tersebut adalah +62 823-4233-5878. Akun itu diketahui memasang foto Kapolres Batu sebagai identitas profil, sehingga berpotensi membuat penerima pesan mengira komunikasi tersebut berasal dari lingkungan resmi Polres Batu.

Dari tangkapan layar yang beredar di masyarakat, akun tersebut juga menggunakan profil WhatsApp bisnis dengan nama yang mengatasnamakan ajudan Kapolres.

Modus pencatutan identitas pejabat seperti ini diduga menjadi upaya pelaku untuk membangun kepercayaan calon korban. Sasaran penipuan berpotensi mencakup kalangan pejabat, tokoh masyarakat, hingga warga umum.

Baca juga : Lebih dari 20 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Kepung Kediri, BPBD Lakukan Asesmen

Menanggapi beredarnya akun tersebut, Kasi Humas Polres Batu Iptu M Huda mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai pesan maupun panggilan dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai ajudan Kapolres atau pejabat di lingkungan Polres Batu.

Ia secara khusus meminta masyarakat berhati-hati apabila komunikasi tersebut disertai permintaan bantuan dana, transaksi keuangan, maupun urusan finansial lainnya.

“Masyarakat diminta untuk segera melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke Mapolres Batu apabila mendapati nomor atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat penegak hukum, guna menghindari jatuhnya korban dari modus kejahatan siber ini,” jelasnya.

Polres Batu mengimbau warga untuk memastikan kebenaran identitas pengirim sebelum menindaklanjuti pesan atau permintaan apa pun. Langkah konfirmasi melalui jalur resmi kepolisian diperlukan agar masyarakat tidak menjadi korban penyalahgunaan identitas pejabat.***

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *