BLITAR, LINGKARWILIS.COM — PT Kereta Api Indonesia (KAI) meningkatkan intensitas pengamanan jalur rel menyusul terungkapnya kasus pencurian baut penambat rel kereta api di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Sejumlah titik rel yang berada jauh dari permukiman warga kini menjadi fokus patroli rutin.
Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Muhamad Kahfi, memimpin langsung kegiatan pemeriksaan lintas di Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) pada petak jalur Stasiun Blitar–Rejotangan, Tulungagung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi prasarana perkeretaapian tetap dalam keadaan layak dan aman dari potensi gangguan, baik akibat faktor alam maupun ulah pihak tidak bertanggung jawab.
“Pasca ditemukannya kasus pencurian baut penambat rel, kami langsung mengerahkan tim teknis dan pengamanan untuk menyisir jalur secara menyeluruh, terutama di titik-titik rawan seperti jembatan di atas sungai,” ujar Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, Minggu (11/1/2026).
Baca juga : Jelang Hadapi Arema FC, Skuad Persik Kediri Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga di Stadion Kanjuruhan
Dalam kegiatan inspeksi tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi jembatan BH 537 guna memastikan struktur dan bangunan penunjangnya tetap kokoh. Selain itu, pengawasan juga difokuskan pada ruang manfaat jalan rel (Rumaja) agar bebas dari hambatan maupun potensi gangguan keamanan.
“Pemeriksaan langsung di lapangan memungkinkan kami mendeteksi potensi bahaya sejak dini. Setiap temuan, sekecil apa pun, akan segera ditindaklanjuti demi menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api,” tegas Tohari.
PT KAI juga mengajak masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel untuk berperan aktif menjaga keamanan prasarana perkeretaapian. Menurutnya, hilangnya komponen kecil seperti baut penambat rel dapat berdampak serius terhadap keselamatan perjalanan kereta dan penumpang.
“Kami berharap masyarakat segera melapor kepada petugas KAI atau kepolisian jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar rel. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama,” imbuhnya.
Baca juga : Hadapi Arema FC, Suporter Persik Kediri Pilih Nobar dan Pastikan Tak Hadir di Stadion Kanjuruhan
Sementara itu, kepolisian telah berhasil mengungkap pelaku pencurian baut penambat bantalan rel di wilayah tersebut. Pelaku diketahui berinisial Dwi Agustiono (26), pendatang asal Kalimantan Selatan yang berdomisili di Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, menyatakan bahwa pelaku telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Dari aksi tersebut, ratusan baut penambat rel dilaporkan hilang dan menyebabkan kerugian materiil bagi PT KAI hingga jutaan rupiah.
“Pelaku sudah ditahan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif,” pungkas AKP Samsul.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





