Blitar, LINGKARWILIS.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun bergerak cepat menindaklanjuti aksi pencurian baut penambat rel yang terjadi di wilayah Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Langkah cepat tersebut dilakukan demi menjamin keamanan dan keselamatan operasional perjalanan kereta api.
Kasus pencurian diketahui terjadi di kilometer 127+358 petak jalan Blitar–Rejotangan pada Rabu (7/1). Petugas mendapati sejumlah baut penambat rel dalam kondisi hilang, yang berpotensi menurunkan stabilitas jalur dan membahayakan perjalanan kereta api yang melintas.
Menindaklanjuti temuan itu, KAI Daop 7 Madiun segera menurunkan tim prasarana ke lokasi. Petugas melakukan pengamanan jalur, pemeriksaan menyeluruh, serta penggantian dan pelengkapan kembali ratusan baut penambat yang hilang. Seluruh proses perbaikan dilakukan sesuai standar keselamatan perkeretaapian, sehingga jalur dinyatakan kembali aman dan laik operasi.
Baca juga : SPPG Palmturi Kemuning Diresmikan, Perkuat Implementasi Program Gizi Nasional di Kota Kediri
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa pencurian komponen rel merupakan tindakan berisiko tinggi yang dapat mengancam keselamatan publik.
“Baut penambat rel adalah bagian vital dari sistem perkeretaapian. Kehilangannya bisa berdampak serius terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, kami langsung melakukan penanganan agar operasional tetap aman,” jelas Tohari.
Selain melakukan perbaikan, KAI juga meningkatkan patroli pengamanan jalur rel serta memperkuat koordinasi dengan aparat setempat guna mencegah kejadian serupa terulang. Masyarakat pun diimbau ikut berperan menjaga keamanan prasarana perkeretaapian dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel.
Baca juga : Awali 2026 dengan Penguatan Tata Kelola, Wali Kota Kediri Lantik 39 Pejabat di Ruang Joyoboyo
KAI Daop 7 Madiun turut menyampaikan apresiasi kepada warga yang cepat melaporkan adanya dugaan pencurian baut rel tersebut. Informasi dari masyarakat dinilai sangat membantu dalam penanganan awal dan pengamanan jalur.
“Partisipasi masyarakat sangat kami hargai. Sinergi antara KAI dan warga menjadi kunci penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api ke depan,” tambah Tohari.
Sementara itu, kepolisian telah berhasil mengungkap identitas pelaku pencurian baut penambat rel di lokasi tersebut. Terduga pelaku diketahui bernama Dwi Agustiono (26), warga asal Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang berdomisili di Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, menyampaikan bahwa pelaku telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
“Terduga pelaku sudah ditahan guna kepentingan penyelidikan,” ujar AKP Samsul Anwar, Kamis (8/1/2026).***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin
