LINGKARWILIS.COM – Angin kencang yang menyapu Kabupaten Kediri dalam sepekan terakhir membawa kekhawatiran tersendiri bagi warga.
Bukan hanya rumah atau sawah yang rawan terdampak, pepohonan besar yang berdiri di tepi jalan juga bisa menjadi ancaman bagi siapa saja yang melintas.
Ditengah keresahan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri hadir dengan langkah nyata. Tim petugas turun langsung memangkas dahan-dahan tua dan rapuh agar tak patah dan menimpa pengguna jalan.
“Ini bentuk respon kami terhadap laporan warga. Dalam kondisi cuaca ekstrem saat ini, kami lakukan pemangkasan dahan paling atas untuk pohon besar agar tidak patah,” tutur Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, Minggu (14/9/2025).
Warga Jagalan, Kota Kediri, Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Pawai Budaya Lintas Etnis
Perantingan dilakukan di berbagai titik yang ramai dilalui masyarakat, mulai kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Pagu, Plemahan, Plosoklaten, hingga Papar. Bagi sebagian warga, aktivitas petugas DLH itu menjadi pemandangan yang menenangkan.
“Setiap hari saya lewat SLG, rasanya lebih aman setelah ada perantingan. Dulu sering was-was kalau angin kencang,” ujar Siti (41), warga Pagu.
Dengan mobil crane, petugas DLH menjangkau dahan setinggi lebih dari 15 meter. Satu per satu ranting yang menjulur ke jalan dipotong. Meski terlihat sederhana, pekerjaan itu sejatinya menyelamatkan banyak nyawa.
“Mitigasi pohon tua intens kita lakukan untuk cegah tumbang. Ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” imbuh Putut.
Bagi pengendara motor yang setiap hari melintas, upaya ini bukan sekadar pemangkasan pohon, tapi perlindungan dari ancaman yang tak kasat mata. Di musim cuaca ekstrem, keselamatan di jalan raya bisa ditentukan oleh sebatang dahan rapuh yang jatuh tiba-tiba.
Langkah DLH mungkin tak selalu terlihat heroik, tapi bagi warga, itu adalah bentuk perhatian yang nyata: menjaga hidup mereka tetap aman di tengah ganasnya alam.
Reporter: Bakti Wijaya
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





