LINGKARWILIS.COM – Produksi tangkapan ikan di Tulungagung mengalami penurunan pada awal tahun 2025 akibat kondisi cuaca di wilayah pesisir selatan yang kurang bersahabat. Namun, secara keseluruhan, hasil tangkapan ikan di daerah ini menunjukkan peningkatan sejak tahun 2024.
Kabid Pengelolaan Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Tulungagung, Ulul Azmi menyebutkan bahwa cuaca buruk membuat banyak nelayan di pesisir selatan Tulungagung memilih tidak melaut pada Januari 2025.
“Kami menerima laporan dari nelayan di pesisir selatan jika kondisi wilayah pesisir masih mengalami cuaca buruk, sehingga mulai akhir tahun 2024 sampai awal tahun 2025 tangkapannya masih minim,” kata Ulul Azmi, Minggu (9/10/2025).
Meski belum tercatat secara resmi, cuaca ekstrem berpengaruh signifikan terhadap minimnya tangkapan ikan di awal tahun. Sementara itu, pada tahun 2025, Dinas Perikanan Tulungagung menargetkan produksi tangkapan ikan mencapai 8 ribu ton.
Ulul menjelaskan bahwa hasil tangkapan ikan di pesisir selatan Tulungagung dalam dua tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada tahun 2023, produksi tangkapan ikan hanya mencapai 6 ribu ton, lebih rendah dari target 8 ribu ton. Namun, pada tahun 2024, hasil tangkapan berhasil mencapai target yang ditetapkan.
“Target tahun 2023 itu juga dikisaran 8 ribu ton, tetapi selama setahun itu hanya mampu mencapai target sebanyak 6 ribu ton saja. Tetapi itu skala nasional semuanya turun. Pernyataan Menteri, seluruh Indonesia kan semuanya turun,” ungkapnya.
Ia optimistis produksi tangkapan ikan akan kembali meningkat pada pertengahan tahun 2025 seiring dengan membaiknya kondisi cuaca. Tren peningkatan biasanya terjadi pada bulan Agustus-September, sebagaimana yang terjadi pada tahun sebelumnya.
“Pada Agustus 2024 kemarin, hasil tangkapan ikan para nelayan bisa mencapai dua sampai tiga kali lipat,” pungkasnya.
