KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Sabarudin, warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, menyuarakan ketidakadilan dalam penentuan harga tanah proyek tol Kediri-Tulungagung.
Tidak hanya menyampaikan protes secara lisan, ia juga memasang banner besar sebagai bentuk perlawanan. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto turun tangan membantu rakyat kecil yang dizalimi.
Menurut Sabarudin, harga tanah dalam proyek tol Kediri-Tulungagung ini sangat timpang antara wilayah barat dan timur.
Baca juga : Ivan Gunawan Resmikan Mandjha Glamour Store di Kediri, Hadirkan Koleksi Eksklusif
“Di barat dihargai Rp64 juta per ru, sementara di timur hanya Rp 28 juta per ru. Saya tidak menolak pembangunan tol, tetapi harga tanah harus adil,” tegasnya, Minggu (9/2/2025).
Yang lebih mengejutkan, eksekusi pembebasan lahan dilakukan tanpa kesepakatan. Rumahnya telah digusur, memaksanya mengungsi ke rumah kontrakan yang disediakan kontraktor. Namun, ia menolak menandatangani surat sewa yang disyaratkan.
“Saya hanya minta kuncinya karena barang saya sudah di dalam,” katanya dengan nada kecewa.
Baca juga : Lima Kapolsek dan Kasat Narkoba Polres Kediri Berganti, Ini Daftar Penggantinya
Sabarudin juga menyoroti sikap Kepala Desa Tiron, Ina Rahayu, yang dinilainya tidak berpihak pada warga.
“Kami tidak bisa legowo dan memahami kondisi ini seperti yang diharapkan bu kades. Kami kecewa, kami mengadu beliau hanya diam,” ujarnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





