LINGKARWILIS.COM – Proses pencairan dana desa (DD) tahap pertama di Kabupaten Tulungagung telah selesai pada Januari 2025. Dengan capaian tersebut, Tulungagung berhasil menempati peringkat lima besar dalam realisasi DD di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun secara nasional.
Plt. Kabid Bina Pemerintahan Desa, Wahyu Yuniarko, mengungkapkan bahwa alokasi dana desa untuk Kabupaten Tulungagung pada 2025 mencapai Rp 2,55 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 257 desa di Tulungagung dan akan dicairkan dalam dua tahap.
“Pencairan tahap pertama sebanyak 60 persen dari total alokasi dana desa, yaitu sekitar Rp 1,53 miliar, dilakukan sejak Januari hingga Mei 2025,” ujar Wahyu pada Jumat (14/2/2025). Sisanya, sebesar 40 persen, dijadwalkan cair pada tahap kedua pada Juni 2025.
Penyebaran PMK di Kota Batu Makin Meningkat, Peternak Terpaksa Potong Paksa Sapi!
Wahyu menambahkan bahwa pencairan dana desa tahap pertama di Tulungagung telah rampung sejak 31 Januari 2025.
Proses ini tergolong cepat dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. Kecepatan realisasi ini tak lepas dari persiapan matang yang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya, termasuk penyusunan APBDes yang wajib disahkan pada 31 Desember 2024.
“Kami telah melakukan verifikasi APBDes di tingkat kecamatan agar pencairan bisa segera dilakukan. Hasilnya, Tulungagung masuk dalam lima besar daerah dengan serapan dana desa tercepat, baik di Jawa Timur maupun secara nasional,” jelasnya.
Kronologi Pembunuhan Gadis SMA di Jombang, Ternyata 3 Pelaku Warga Kediri!
Terkait pemanfaatan dana desa, Wahyu menuturkan bahwa setiap desa harus mengalokasikan 15 persen untuk bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga miskin ekstrem dan 20 persen untuk ketahanan pangan. Namun, pencairan untuk ketahanan pangan masih tertunda karena adanya kebijakan baru dari Kementerian Desa.
“Sesuai Permendes Nomor 2 Tahun 2024, dana desa sebesar 20 persen dialokasikan untuk ketahanan pangan. Namun, Kepmendes Nomor 3 Tahun 2025 menginstruksikan agar dana tersebut dialihkan ke penyertaan modal BUMDes. Kami masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut,” pungkasnya.





