Sigrid Kaag, Koordinator Senior Kemanusiaan dan Rekonstruksi untuk Gaza, memberikan pengarahan terkait implementasi Resolusi Dewan Keamanan 2720. Dalam laporannya, Kaag mendesak adanya gencatan senjata segera di Jalur Gaza serta akses kemanusiaan yang berkelanjutan dan bebas hambatan bagi warga sipil yang terdampak konflik.
Ia menekankan pentingnya dukungan politik, jaminan keamanan, dan lingkungan yang kondusif agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara efektif dan dalam skala besar.

Baca juga : Pemkot Kediri Sukses Gelar COIN EMAS 2024, Kompetisi Bahasa Inggris Terbesar di Kota Kediri
Perwakilan Federasi Rusia turut menyampaikan pandangannya mengenai kondisi kemanusiaan di Gaza, menggambarkannya sebagai situasi yang mengerikan. Ia menuding operasi militer Israel sebagai penyebab utama memburuknya kondisi di wilayah tersebut, dan mengkritik Israel karena melakukan aksi tanpa memperhatikan hukum humaniter internasional atau mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB.
Menurutnya, tindakan Israel ini didukung tanpa syarat oleh Amerika Serikat, yang telah mencegah adanya tanggapan substantif dari komunitas internasional.
Perwakilan Rusia juga memperingatkan bahwa jika situasi ini tidak segera diatasi, operasi kemanusiaan PBB di Gaza bisa terhenti, yang akan mengakibatkan lebih dari 2 juta warga Palestina terancam oleh kelaparan dan kondisi kritis lainnya.
Baca juga : KPU Kabupaten Kediri Bangun Sinergi dengan Media, Gencarkan Sosialisasi Tahapan Pilkada 2024
Delegasi Aljazair turut angkat bicara, menyerukan pentingnya gencatan senjata tanpa syarat dan mendesak dunia internasional untuk menghadapi kenyataan pahit di Jalur Gaza. Aljazair memuji peran United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) dalam memberikan bantuan kepada warga Palestina dan menyerukan rekonstruksi Gaza yang komprehensif serta terkoordinasi dengan baik.
Mereka menekankan perlunya bekerja keras untuk mencapai gencatan senjata yang berkelanjutan demi masa depan yang lebih stabil dan sejahtera bagi Gaza.
Pertemuan ini menunjukkan urgensi dunia internasional dalam menghadapi krisis kemanusiaan di Gaza, sekaligus menyoroti kompleksitas politik yang menghambat solusi jangka panjang.***
Editor : Hadiyin
Sumber : Kantor Berita Palestina, Wafanews



