Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Proyek pembangunan sanitasi yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Sanitasi TA 2025 di Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, ramai jadi perbincangan.
Meski progres pekerjaan baru berjalan beberapa bulan, realisasinya di lapangan sudah menembus sekitar 80 persen. Angka tersebut jauh di atas rata-rata desa lain, yang menurut hasil penelusuran baru mencapai 30 persen.
Hamid Efendi, aktivis LHKPI Nganjuk, menyoroti cepatnya penyelesaian program ini. Ia menduga ada pihak ketiga yang berperan sebagai broker dalam proyek tersebut.
“Ada kabar, program ini ditalangi dana dari seseorang yang disebut-sebut bakal maju sebagai calon kepala desa,” ungkap Hamid, Senin (8/9/2025).
Baca juga : Ribuan Barang Jarahan Dikembalikan, Satpol PP Kediri Lakukan Pendataan
Menurutnya, pengerjaan sanitasi di Kedungombo bahkan dimulai sebelum anggaran resmi turun. Pihak desa disebut menunjuk bendahara kelompok masyarakat (pokmas) untuk mengatur jalannya proyek, termasuk mencari dana talangan.
“Memang terbukti, progres di Kedungombo lebih cepat. Tapi bagaimana dengan pengawasannya, apakah sesuai RAB?” imbuhnya.
Editor : Muji/Hadi





