KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Kediri menargetkan produksi benih ikan lele mencapai 18 miliar ekor pada tahun 2025. Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 17 miliar ekor dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 triliun.
Peningkatan target ini didasari oleh tren positif produksi dan permintaan benih lele yang terus tumbuh, terutama dari sektor pembesaran. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, menyebut bahwa keberhasilan ini ditopang oleh sistem pembenihan yang berkelanjutan dan dukungan indukan berkualitas.
“Benih yang sehat hanya bisa dihasilkan dari indukan unggul dan lingkungan kolam yang bersih, air yang sehat, serta pakan yang baik. Semua itu kami awasi bersama pembudidaya,” ujarnya, Minggu (3/8/2025).
Baca juga : Tebu Panjalu I, Varietas Unggul Asal Kediri yang Siap Tembus Forum Nasional
Wilayah Pare dan Wates menjadi pusat utama pembenihan lele di Kabupaten Kediri. Proses pemeliharaan indukan dilakukan dengan pengawasan ketat agar benih yang dihasilkan tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas.
Menurut Hafid, Kabupaten Kediri saat ini menjadi salah satu daerah penyuplai utama benih lele di Indonesia. Untuk menjaga daya saing, pihaknya secara rutin melakukan pendampingan, pembinaan, dan monitoring terhadap para pembenih.
“Kami ingin memastikan produksi benih maupun lele konsumsi tetap stabil dan memiliki nilai jual tinggi di pasar,” tambahnya.
Baca juga : Tebu Panjalu I, Varietas Unggul Asal Kediri yang Siap Tembus Forum Nasional
Dengan pencapaian dan target tersebut, Kabupaten Kediri semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pembenihan lele nasional.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






