Tulungagung, LINGKARWILIS.COM — Petugas kesehatan hewan di Kabupaten Tulungagung menemukan adanya penurunan kondisi fisik serta bobot badan pada sejumlah satwa di Kebun Binatang Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Penurunan tersebut diduga dipicu oleh faktor stres yang dialami hewan.
Kepala Bidang Kesehatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani, menjelaskan bahwa tim kesehatan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memantau sekaligus memeriksa kondisi satwa. Dari hasil pemeriksaan, secara umum hewan-hewan tersebut masih dalam kondisi sehat.
Namun demikian, dari sisi performa dan berat badan, sejumlah satwa mengalami penurunan, terutama pada jenis Rusa Jawa atau yang dikenal juga sebagai kijang. Kondisi ini dinilai wajar karena rusa merupakan satwa liar yang secara alami hidup bebas di habitat terbuka.
“Rusa merupakan hewan liar yang terbiasa hidup di alam bebas. Ketika ditempatkan di dalam kandang dengan ruang gerak terbatas, hal itu dapat memicu stres,” ujar Tutus, Kamis (2/4/2026).
Baca juga : Paripurna DPRD Tulungagung Bahas LKPj 2025 dan Revisi Propemperda 2026
Ia menambahkan, stres yang dialami rusa berdampak langsung pada kondisi fisik, termasuk penurunan bobot badan. Selain itu, faktor lain yang diduga turut memengaruhi adalah adanya persaingan dalam memperoleh pakan, sehingga terdapat individu yang lebih dominan dibanding lainnya.
Saat ini, jumlah rusa di kebun binatang tersebut tercatat sebanyak 15 ekor. Dengan luas kandang yang tersedia, kapasitas tersebut dinilai masih memadai. Meski begitu, pihak DPKH menargetkan adanya peningkatan berat badan satwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
“Dengan luas kandang yang ada, sebenarnya masih cukup ideal untuk 15 ekor rusa. Kami menargetkan dalam tiga bulan ke depan bobot badan satwa dapat meningkat,” jelasnya.
Sebagai langkah perbaikan, pihaknya merekomendasikan pemberian pakan berupa rumput dan dedaunan sebagai makanan utama, yang dapat dilengkapi dengan tambahan buah dan sayuran. Selain itu, pakan konsentrat juga dapat diberikan, namun harus dilakukan secara bertahap mengingat sistem pencernaan rusa yang sensitif.
DPKH Tulungagung juga memastikan bahwa pemantauan dan pemeriksaan terhadap satwa akan dilakukan secara berkala guna menjaga kondisi kesehatan dan performa hewan tetap optimal.
“Pemeriksaan rutin dilakukan setiap satu minggu sekali. Kami juga memberikan vitamin, obat cacing, serta melakukan disinfeksi,” pungkasnya.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin


