Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri menggelar Kontes Ternak Kabupaten Kediri 2026 selama dua hari, Selasa (5/5) hingga Rabu (6/5). Kegiatan ini diikuti 136 ekor sapi dari perwakilan 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri.
Kontes yang kembali digelar setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi COVID-19 ini berlangsung meriah dengan kehadiran Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, didampingi sejumlah camat dan kepala desa di wilayah Kecamatan Wates.
Tutik menjelaskan, nilai total ternak yang mengikuti kontes mencapai lebih dari Rp6 miliar, bahkan diperkirakan bisa menyentuh Rp7 miliar. Hal itu mengingat harga satu ekor sapi unggulan dapat mencapai Rp150 juta.
Baca juga : Forkopimda Kediri Turun ke Lapangan, Kapolres Dorong Penanganan Sosial Berkelanjutan
“Kontes ini menjadi ajang bagi peternak untuk menunjukkan kualitas ternak terbaiknya. Antusiasme peserta sangat tinggi,” ujarnya.
Dalam penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari berbagai institusi, termasuk Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, serta tim dari DKPP sendiri.
Adapun kategori yang dilombakan meliputi sapi Peranakan Ongole (PO) dengan lima subkategori, termasuk calon indukan unggul yang dinilai dari struktur tubuh dan kesehatan reproduksi. Selain itu, terdapat kategori sapi hasil persilangan melalui metode Inseminasi Buatan (IB) dengan empat subkategori, yang menitikberatkan pada kualitas genetik dan produktivitas.
Baca juga : Penutupan Jalan Kawi Belum Berlaku, Lalu Lintas Pagi di Kediri Masih Lancar
Kategori lain yang tak kalah menarik adalah kereman ekstrem, dengan indikator penilaian meliputi bobot dan tinggi badan, kondisi kesehatan, serta kelengkapan dokumen seperti hasil uji laboratorium bebas penyakit, termasuk PMK.
Hari pertama difokuskan pada registrasi dan penilaian, sementara hari kedua diisi dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari produsen pakan ternak dan sejumlah perusahaan swasta.
Menurut Tutik, kontes ternak ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi potensi peternakan daerah menjelang Hari Raya Idul Adha. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi ternak serta melahirkan bibit sapi berkualitas nasional dari Kabupaten Kediri.
“Ini adalah miniatur kualitas ternak kita saat ini. Semua sapi yang ikut kontes dipastikan sehat dan bebas penyakit. Harapannya, peternak Kediri semakin dikenal luas,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






