PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Gempa bumi yang terjadi pada Selasa (28/1/2026) sekitar pukul 08.20 WIB turut dirasakan masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo melaporkan adanya dampak kerusakan ringan pada tiga bangunan yang tersebar di dua kecamatan.
Berdasarkan informasi kegempaan, gempa tersebut berpusat di koordinat 8,14 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur, atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman mencapai 105 kilometer.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan asesmen pascagempa di seluruh wilayah terdampak. Dari hasil pemantauan di 21 kecamatan, ditemukan tiga bangunan yang mengalami kerusakan.
“Hasil asesmen mencatat ada tiga bangunan terdampak. Satu kandang ayam di Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, serta dua bangunan di wilayah Kecamatan Ngrayun,” ujar Agung, Rabu (29/1/2026).
Baca juga : Kasus Dugaan Pembunuhan di Ponorogo, Autopsi Forensik Pastikan Korban Meninggal Akibat Sayatan Leher
Ia menjelaskan, kandang ayam yang rusak saat kejadian dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban. Sementara di Kecamatan Ngrayun, kerusakan terjadi pada teras rumah berbahan bambu di Desa Ngrayun serta dinding rumah dari material lumpur di Desa Binade.
“Tidak ada laporan korban jiwa. Kerugian materiil diperkirakan mencapai jutaan rupiah,” tambahnya.
Agung menuturkan, kawasan selatan Ponorogo menjadi wilayah yang paling merasakan guncangan, khususnya Kecamatan Ngrayun yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pacitan dan Trenggalek.
Pasca kejadian, warga bersama perangkat desa setempat langsung melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa bangunan yang rusak. BPBD Ponorogo juga telah menyalurkan bantuan logistik dasar kepada warga terdampak.
Baca juga : SPPG Kedua Polres Kediri di Plosoklaten Resmi Berjalan, Layani Hingga 29 Sekolah
“Bantuan logistik sederhana sudah kami distribusikan kepada masyarakat yang terdampak,” pungkas Agung.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin






