Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dalam kondisi cuaca apapun, petani di Kabupaten Kediri tetap menjadikan Gerakan Pengendalian (Gerdal) sebagai prioritas utama untuk mencegah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Kegiatan penyemprotan ini dilakukan secara rutin, baik secara berkelompok maupun individu, tergantung pada kondisi lahan masing-masing.
Untuk area persawahan yang berdekatan dan cukup luas, petani biasanya melakukan penyemprotan secara bersama agar lebih cepat dan efisien. Meski demikian, mereka tetap memperhatikan ketepatan teknik penyemprotan agar tidak dilakukan sembarangan.
Biasanya, tanaman yang menjadi sasaran penyemprotan adalah padi, jagung, atau tanaman lain yang berusia sekitar dua minggu setelah masa tanam.
Baca juga : Transaksi GPM di 13 Titik Capai Rp 361 Juta, Bukti Antusias Warga Kediri
Karyono (40), petani asal Ringinrejo, menjelaskan bahwa kegiatan Gerdal dilakukan dua kali sehari, yakni pagi pukul 05.30–07.00 dan sore pukul 16.30–17.30.
Menurutnya, jadwal ini penting untuk menjaga tanaman dari ancaman hama seperti wereng, klaper, dan walang sangit yang dapat merusak pertumbuhan tanaman.
“Penyemprotan kami jadwalkan dua hari sekali sambil memantau kondisi tanaman. Kalau daun atau batang mulai menguning, itu tanda ada serangan hama. Saat tanaman sudah berumur lebih dari sebulan, pengawasan harus lebih intens,” ujarnya.
Ia menambahkan, takaran penyemprotan sudah disesuaikan per lahan agar hasilnya lebih efektif dalam membasmi berbagai jenis hama. Pendampingan dari petugas penyuluh lapangan (PPL) juga dinilai penting untuk memastikan proses berjalan sesuai standar.
Baca juga : Warga Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Gelar Cek Sound Jelang Pawai Horeg
Upaya Gerdal ini menjadi langkah strategis petani Kediri dalam menjaga stabilitas hasil panen dan mempertahankan produktivitas sektor pertanian daerah.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





