Guru SMP di Nganjuk Dituduh “Open BO”, Laporkan Tetangga dan Perangkat Desa ke Polisi

Guru SMP di Nganjuk Dituduh "Open BO", Laporkan Tetangga dan Perangkat Desa ke Polisi
Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas (istimewa)

NGANJUK, LINGKARWILIS.COM — Seorang guru SMP berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial A (29), warga Perumahan Candirejo, Desa Gejagan, Kecamatan Loceret, Nganjuk, melaporkan sejumlah pihak ke Polres Nganjuk atas dugaan pencemaran nama baik. Ia merasa difitnah oleh tetangganya sendiri, yang menuduhnya melakukan praktik “open BO” (booking out).

A menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Menurutnya, pria yang diduga menjadi tamu di rumahnya pada malam hari sebenarnya adalah suaminya secara agama, D (32), warga Rembang, Jawa Tengah. Keduanya telah menikah siri pada malam takbiran Idul Fitri tahun ini di Kediri, disaksikan keluarga dan dilakukan sebagai syarat menuju pernikahan resmi yang direncanakan.

Namun, kehadiran D di rumah A pada Kamis malam (3/7/2025) justru menjadi awal dari peristiwa yang mencoreng nama baiknya. Saat D datang bersama ibunya dan bermalam—dengan D tidur di mobil dan ibunya di dalam rumah tetangga A, berinisial I, mendatangi rumah tersebut dan secara langsung menuduh A melakukan praktik asusila.

Baca juga : Soliditas Babinsa dan Bhabinkamtibmas Tosaren Jadi Contoh Harkamtibmas di Kota Kediri

“Ia menuduh saya ‘open BO’ dan memaksa saya mengaku, padahal saya tidak pernah melakukan itu,” ungkap A kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).

A menambahkan, sebelumnya ia juga sempat menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal dengan isi tuduhan serupa. Setelah ditelusuri, nomor itu diketahui milik I.

Keributan sempat terjadi saat suami A, D, yang berada di mobil, dipanggil untuk menjelaskan situasi. Perdebatan pun pecah antara D dan I. Meski D mengajak I menyelesaikan persoalan ke kantor polisi, I justru pergi dengan alasan meminta izin orang tua dan tak kembali.

Ketika A dan D mencoba menyelesaikan masalah ke rumah I, justru orang tua I yang bereaksi keras dan berteriak di depan umum, hingga memicu kerumunan warga. Seorang perangkat desa berinisial BB yang datang ke lokasi justru memperkeruh suasana dengan mengucapkan kalimat yang dianggap merendahkan A. Bahkan, ia meminta identitas D dan ibunya untuk difoto dan ditahan, meski D hanya menyerahkan SIM-nya.

Baca juga : Perkuat Sektor Tengah, Persik Kediri Resmi Gaet Syahrian Abimanyu

“Kami sudah jelaskan bahwa kami menikah siri, dan masing-masing dari kami adalah duda dan janda, lengkap dengan akta cerai. Tapi tetap tidak dipercaya,” ujar D.

Akibat kejadian itu, D dan ibunya memilih menginap di penginapan, sementara A tak lagi kembali ke rumahnya. Ia mengaku tidak tahu siapa yang kini mengunci gerbang rumah miliknya.

Kuasa hukum A, Dennyk Felicia Trionita, SH, menyatakan pihaknya telah resmi melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh tiga pihak: I, perangkat desa BB, dan satu orang lainnya. Laporan tersebut mencakup aspek pidana dan perdata.

“Kami sudah membuat laporan resmi ke Polres Nganjuk, dan proses hukum akan kami tempuh hingga tuntas,” tegas Dennyk.

Sementara itu, pihak perangkat desa, melalui BB, memberikan keterangan berbeda. Menurutnya, saat kejadian, A dan D tidak bisa menunjukkan bukti pernikahan, baik secara agama maupun administrasi negara.

“Warga dan pihak dusun tidak pernah mendapat laporan soal pernikahan mereka. Maka wajar jika muncul kecurigaan,” ujar BB.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum atas laporan pencemaran nama baik tersebut masih berlangsung di Polres Nganjuk.***

Reporter : Inna Dewi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D