Blitar, LINGKARWILIS.COM – PT KAI Daop 7 Madiun mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang pada H+2 Idulfitri 1447 Hijriah. Total penumpang yang naik dan turun di sejumlah stasiun wilayah Daop 7 mencapai 31.055 orang, meningkat sekitar 116 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran tahun sebelumnya yang tercatat 26.838 penumpang.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa pada hari kedua Lebaran, jumlah penumpang berangkat mencapai 16.307 orang. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang periode angkutan Lebaran 2026 yang dimulai sejak 11 Maret. Sementara itu, jumlah penumpang datang tercatat sebanyak 14.748 orang.
Untuk H+3 Lebaran atau Senin (23/3/2026), data sementara menunjukkan jumlah keberangkatan mencapai 14.950 penumpang, sedangkan kedatangan tercatat 11.723 penumpang. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah hingga akhir hari seiring jadwal perjalanan kereta api yang masih berlangsung.
Baca juga : Arus Lalin Jalan Panglima Sudirman Kediri Ramai Namun Tetap Lancar, Ini Infonya
Hingga 1 April 2026, ketersediaan tiket untuk keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun masih tersisa sekitar 815 tempat duduk. Meski demikian, masyarakat juga dapat memanfaatkan kursi dari kereta api yang melintasi wilayah tersebut sebagai alternatif.
Tohari menambahkan, arus kedatangan tertinggi terjadi pada H-3 Lebaran, yakni Rabu (18/3/2026) dengan jumlah 15.131 penumpang. Sementara puncak keberangkatan terjadi pada H+2 dengan total 16.307 penumpang.
Secara akumulatif, selama masa angkutan Lebaran 2026 sejak 11 hingga 23 Maret, Daop 7 Madiun telah melayani 109.129 penumpang berangkat dan 161.703 penumpang datang.
Baca juga : Lebaran H+2 Malam, Jalan Doho Kediri Tetap Dipadati Pemburu Kuliner, Lalin Lancar Terkendali
Pihak KAI mengimbau masyarakat untuk memastikan jadwal keberangkatan serta mengatur waktu perjalanan menuju stasiun agar tidak terlalu mepet. Selain itu, calon penumpang juga diingatkan segera memesan tiket arus balik guna menghindari kehabisan.
“Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun kanal penjualan resmi lainnya. Masyarakat juga bisa memanfaatkan fitur Connecting Train sebagai alternatif perjalanan,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





