Jombang, LINGKARWILIS.COM β Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Majapahit menggelar Pelatihan Jurnalistik Modern 2026 bagi pelajar SMA Muhammadiyah 1 (SMAM 1) Jombang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (22/7/2026) hingga Kamis (23/7/2026), diikuti 30 siswa sebagai bekal menghadapi perkembangan dunia media digital dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Pelatihan yang digelar di aula SMAM 1 Jombang tersebut dibuka oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Jombang, Juni Muslimin, bersama Ketua IJTI Korda Majapahit, Moh Syafiudin.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari teknik dasar jurnalistik, penulisan berita, videografi, fotografi, praktik peliputan lapangan, hingga pembuatan podcast.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Jombang, Juni Muslimin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang jurnalistik sekaligus meningkatkan literasi digital yang sangat dekat dengan kehidupan generasi Z.
Baca juga :Β Empat Terdakwa Kasus Greenhouse Ganja di Jombang Dituntut Berbeda, Hukuman Terberat 13 Tahun Penjara
“Ini kesempatan yang baik sehingga silakan diikuti sebaik-baiknya. Ini juga sangat dekat dengan keseharian Gen Z,” ujarnya.
Menurut Juni, kemampuan jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis membuat berita, mengambil foto atau video, tetapi juga membentuk karakter, adab, serta etika dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Ia mengingatkan para peserta agar selalu mengedepankan integritas di tengah maraknya penyebaran informasi palsu di media digital.
“Hari-hari ini banyak berita hoaks. Karena itu kalian harus belajar bagaimana membuat berita yang berintegritas. Ketika membuat tulisan, wawancara, foto maupun video, kedepankan adab dan etik,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua IJTI Korda Majapahit, Moh Syafiudin, menyoroti pentingnya kemampuan jurnalistik di era kecerdasan buatan. Menurutnya, meskipun AI kini mampu membantu menghasilkan berbagai jenis konten, peran manusia tetap tidak tergantikan dalam melakukan verifikasi fakta dan menjaga kredibilitas informasi.
Baca juga :Β KAI Daop 7 Madiun Konfirmasi KA Dhoho Tertemper Sepeda Motor di Perlintasan Liar Kediri, Pengendara Tewas
“AI memang semakin canggih, tetapi berita palsu dan informasi palsu juga semakin mudah beredar. Karena itu kemampuan memverifikasi fakta tetap menjadi tugas manusia,” jelas Syafiudin.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mahir membuat konten digital, tetapi juga bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga ini menjadi bekal dakwah juga bagi siswa agar bisa menjadi penyebar informasi, konten, maupun video yang baik untuk sesama dan masyarakat luas,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari sejumlah praktisi media yang berpengalaman. Teknik dasar jurnalistik disampaikan oleh Adi Rosul, materi penulisan berita oleh Elok Apriyanto, videografi oleh Muktar Bagus, serta fotografi oleh Syaiful Arif.
Setelah menerima materi di kelas, para siswa juga mengikuti praktik langsung penulisan berita, pengambilan gambar, dan videografi bersama kontributor SCTV, Mujiarso. Kegiatan ditutup dengan sesi pembuatan podcast pada hari kedua sebagai bentuk implementasi keterampilan yang telah dipelajari.
Melalui pelatihan ini, IJTI Korda Majapahit berharap para pelajar mampu menjadi kreator konten yang kritis, beretika, dan siap menghadapi tantangan dunia jurnalistik di era digital yang terus berkembang.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin
