Blitar, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar terus berupaya meningkatkan partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB) melalui vasektomi.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah memberikan kompensasi uang sebesar Rp 1,2 juta kepada pria yang menjalani operasi vasektomi.
Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Parminto, menyampaikan bahwa kompensasi ini bertujuan untuk menggantikan pendapatan pria yang harus beristirahat sementara waktu setelah operasi.
“Suami yang biasanya bekerja perlu istirahat pasca operasi, sehingga kami berikan kompensasi Rp 1,2 juta sebagai pengganti,” ujar Parminto.
Baca juga : Pj Bupati Kediri Dorong Produk UMKM Semakin Berdaya Saing dan Lolos Kurasi
Program vasektomi ini gratis dan setiap tahunnya DP3AP2KB menargetkan sekitar 20 pria untuk mengikuti prosedur ini. Target tersebut selalu terpenuhi, dan bahkan ada harapan agar jumlah peserta dapat meningkat.
Vasektomi merupakan prosedur memotong saluran sperma sehingga mencegah kehamilan, namun tidak mengurangi kenikmatan saat berhubungan intim.
Parminto juga menambahkan bahwa ada kesalahpahaman di masyarakat terkait vasektomi. Banyak yang khawatir prosedur ini akan memengaruhi kenikmatan saat berhubungan badan, namun secara medis hal tersebut tidak benar.
“Meski saluran sperma dipotong, tidak ada pengaruh pada kenikmatan berhubungan intim,” jelasnya.
Baca juga : Tak Mau Ambil Risiko, Polres Ponorogo Terjunkan Ratusan Personil Gabungan untuk Amankan Debat Perdana
Program kompensasi vasektomi ini hanya berlaku untuk warga Kota Blitar, meskipun banyak warga dari luar kota yang ingin bergabung. Namun, sesuai ketentuan, program ini khusus untuk warga lokal.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin






