NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Aparat dan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nganjuk meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kaburnya seorang tahanan bernama Moh. Hairul pada Kamis (22/1/2026) siang. Tahanan kasus pencurian tersebut melarikan diri saat situasi di dalam lapas tengah ramai menjelang pelaksanaan salat Dhuhur.
Peristiwa pelarian itu terjadi sekitar pukul 11.40 WIB, ketika aktivitas petugas dan warga binaan cukup padat. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Moh. Hairul diketahui merupakan pria asal Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.
Masyarakat diminta mengenali ciri fisik pelaku, di antaranya berkulit sawo matang. Saat melarikan diri, ia hanya mengenakan kaos dalam berwarna hitam serta celana panjang hitam.
Sebelumnya, tahanan tersebut diketahui memakai kemeja berwarna krem. Namun, pakaian itu tertinggal di lokasi setelah tersangkut kawat berduri ketika Hairul memanjat pagar lapas. Demi mempercepat pelarian, ia memilih melepaskan kemeja tersebut.
Baca juga : Bidik Juara Umum Porprov 2027, Tarung Derajat Kabupaten Kediri Genjot Pembinaan Atlet
Terakhir kali, Hairul terlihat berlari ke arah kanan atau menuju selatan area masjid yang berada di sekitar kompleks Lapas Nganjuk.
Moh. Hairul merupakan tahanan yang sedang menjalani proses hukum atas dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Hingga kini, aparat kepolisian bersama petugas lapas masih melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya. Kepala Lapas Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, juga telah mengeluarkan pengumuman resmi Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Hairul.
Ia mengimbau masyarakat agar berperan aktif membantu proses pencarian dengan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan yang bersangkutan.
Baca juga : Dishub Kota Kediri Lanjutkan Uji Coba Tahap II Rekayasa Lalu Lintas Jalan Stasiun, Atur Jam Parkir
“Kami mengharapkan kerja sama masyarakat. Apabila melihat atau mengetahui seseorang dengan ciri-ciri tersebut, mohon segera melapor ke pihak lapas terdekat atau kepolisian setempat. Saat ini upaya pengejaran terus dilakukan secara maksimal,” tegasnya.***
Reporter : Inna Dewi
Editor : Hadiyin




