KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menjelang bulan suci Ramadan, permintaan bunga tabur di Pasar Besar Setono Betek, Jalan Pattimura, Kota Kediri, mengalami lonjakan signifikan.
Tradisi tahunan ziarah kubur sebelum memasuki Ramadan membuat pedagang bunga di kawasan ini kebanjiran pembeli.
Mustaqim, seorang penjual bunga tabur asal Srengat, Blitar, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan ini selalu terjadi seminggu sebelum Ramadan dan menjelang Lebaran.
Baca juga : Pelecehan Seksual Jadi Ancaman di Kampus, Mahasiswa IAIN Kediri Gelar Aksi di Depan Rektorat
“Ini sudah jadi tradisi. Setiap tahun, masyarakat berbondong-bondong membeli bunga tabur untuk nyekar ke makam keluarga mereka,” ujar Mustaqim, Rabu (26/2/2025).
Harga bunga tabur pun bervariasi. Bunga kenanga dijual seharga Rp100 ribu per kilogram, sementara bunga mawar yang lebih mahal dibanderol hingga Rp200 ribu per kilogram.
Bunga melati, yang banyak diminati, dijual dalam kemasan plastik dengan harga Rp35 ribu per kantong.
Baca juga : Efisiensi, Ketua DPRD Kabupaten Kediri : Kami Sepakat Mengurangi Perjalanan Dinas dan Rapat di Luar Kota
Tingginya permintaan ini tidak hanya membawa keuntungan bagi pedagang, tetapi juga mencerminkan kuatnya tradisi ziarah kubur di kalangan masyarakat.
Suasana di sekitar Pasar Setono Betek pun semakin ramai dengan aktivitas jual beli bunga tabur menjelang Ramadan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





