KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Setelah melalui masa sulit, Kabupaten Kediri akhirnya dinyatakan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Data resmi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) setempat per Minggu (13/4) menunjukkan bahwa seluruh kasus PMK telah tertangani sepenuhnya.
Dari total 1.144 kasus yang tercatat sejak awal wabah, sebanyak 1.102 ekor sapi berhasil disembuhkan. Sisanya, 42 ekor dilaporkan mati akibat infeksi. Kabar menggembirakan ini menjadi titik terang bagi para peternak yang sebelumnya sempat dihantui kekhawatiran akan kerugian besar.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Yuni Ashmawati, menyatakan bahwa pihaknya kini dapat memastikan status kesembuhan sapi di wilayahnya telah mencapai 100 persen. “Selama lima hari terakhir tidak ditemukan kasus baru. Semua ternak dalam kondisi sehat,” jelas Yuni.
Baca juga : Cuaca Ekstrem, BPBD Kediri Siaga Hadapi Potensi Bencana di Musim Kemarau Basah
Ia juga menyampaikan bahwa ribuan dosis vaksin yang sebelumnya diterima dari pemerintah pusat telah selesai didistribusikan. Meski begitu, sebagian stok vaksin tetap disimpan untuk keperluan darurat, jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menjaga kualitas kesehatan ternak.
Sebagai langkah pencegahan, Yuni mengimbau para peternak agar tetap menjaga pola pemberian pakan yang bergizi, menjaga kebersihan kandang, serta rutin melakukan penyemprotan disinfektan.
“Transaksi jual beli ternak juga harus tetap disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Ini penting sebagai bukti bahwa sapi dari Kediri benar-benar bebas PMK,” tambahnya.
Baca juga : Sinergi Kesehatan dan Pendidikan, Ketua PKK Kota Kediri Tinjau Posyandu di Ponpes Wali Barokah
Menjelang Idul Adha, momen yang dinanti peternak karena harga sapi cenderung meningkat, ia mengingatkan agar para peternak lebih waspada dan tetap menjaga kondisi ternaknya agar tetap sehat hingga masa panen tiba.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





