Malang, LINGKARWILIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya bersama Komunitas Pecinta Kereta Api menggelar Talkshow Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual bertajuk “Tebar Kasih & Sayang di Kereta Api”. Acara berlangsung di Stasiun Malang, Kamis (18/9/2025), sekaligus memeriahkan HUT ke-80 KAI.
Talkshow menghadirkan pembicara lintas sektor, di antaranya Iptu Khusnul Khotimah, S.E. (Kanit PPA Polresta Malang Kota), Luqman Arif (Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya), serta Luluk Khafifah, S.E., M.M. (Penggerak Swadaya Masyarakat Muda Dinsos Kota Malang).
Tak hanya diskusi interaktif, kegiatan ini juga dikemas meriah dengan hiburan, pertunjukan tari, pembentangan spanduk kampanye, pembagian merchandise, hingga mini games dan kuis untuk melibatkan pengunjung.
Baca juga : Pembangunan Pagar Museum Kabupaten Kediri Telan Anggaran Rp 585 Juta, Ditarget Rampung November 2025
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menegaskan pihaknya berkomitmen menghadirkan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi semua pelanggan.
“Pelecehan seksual dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi. Edukasi ini kami hadirkan agar masyarakat ikut menjaga kenyamanan di kereta api. Harapannya, kereta api tak sekadar jadi moda transportasi, tapi juga ruang publik yang penuh kasih, saling menghormati, dan berbudaya,” ujarnya.
KAI menekankan tiga poin utama dalam sosialisasi ini, yakni pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di stasiun maupun kereta api, menciptakan rasa aman bagi penumpang, serta membangun citra positif transportasi kereta api di masyarakat.
Baca juga : Cegah PMK, DKPP Kediri Gelar Vaksinasi Sapi Sepanjang Tahun
Selain talkshow, KAI juga memberikan promo tiket potongan harga 20 persen selama periode 1–30 September 2025 dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-80. Promo ini memungkinkan pelanggan menikmati perjalanan dengan tarif lebih hemat.
Dengan langkah preventif dan inovasi yang terus dilakukan, KAI Daop 8 Surabaya optimistis kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai transportasi masa depan yang aman, modern, dan berbudaya.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor :Hadiyin





