LINGKARWILIS.COM – Memasuki usia senjanya, Aptinem (85) seorang nenek asal Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang masih menjalani rutinitas sederhana seperti memberi makan kambing di kandang belakang rumah.
Tetapi pada Sabtu (13/9/2025) siang itu, rutinitas yang biasanya menenangkan berubah menjadi momen penuh teror.
Saat tengah menebar rumput, seorang pria tak dikenal mendekat dengan alasan meminta sayuran dan plastik. Aptinem yang tak menaruh curiga tiba-tiba kaget ketika pria itu justru menarik paksa kalung emas seberat 6 gram yang melingkar di lehernya.
“Saya langsung berteriak minta tolong,” tutur Aptinem kepada warga yang datang menolong setelah mendengar suaranya.
Dandim 0809/Kediri Cup III 2025 Resmi Ditutup, Ratusan Pesilat Tunjukkan Potensi
Teriakan itu menyelamatkan dirinya. Warga segera bergerak mengejar pelaku yang belakangan diketahui berinisial M (55), warga Kecamatan Tajinan. Polisi dari Polsek Wonosari yang mendapat laporan pun datang cepat ke lokasi.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar mengungkapkan pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti kalung emas dan sepeda motor yang dipakainya.
“Pelaku sempat jatuh saat kabur, sehingga mengalami luka di kepala dan tubuh. Kami bawa ke puskesmas untuk perawatan, namun proses hukum tetap berjalan,” jelas Bambang, Senin (15/9/2025).
Kejadian ini menyisakan trauma bagi Aptinem. Baginya, kalung emas itu bukan sekadar perhiasan, melainkan kenangan yang telah lama ia jaga. “Kalung itu pemberian almarhum suami saya,” ucapnya lirih.
Polres Malang Bangun Gedung SPPG, Target Beroperasi Diperkirakan Oktober 2025
Warga sekitar ikut prihatin sekaligus bersyukur karena Aptinem selamat. Mereka berharap aparat terus meningkatkan patroli, terutama di wilayah pedesaan yang dihuni banyak lansia.
Polres Malang sendiri mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus kejahatan serupa. “Kami akan terus meningkatkan pengawasan di daerah rawan kejahatan,” tegas Bambang.
Bagi Aptinem, hari itu meninggalkan luka batin yang mungkin tak lekas sembuh. Namun, dukungan warga dan perhatian aparat membuatnya yakin bahwa ia tak sendiri menghadapi cobaan ini.





