KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Musim kemarau basah yang tengah berlangsung membawa curah hujan tinggi di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap potensi bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang, terutama di desa-desa yang secara geografis memang rawan.
Kapolsek Mojo, AKP Karyawan Hadi, menyampaikan bahwa pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan di wilayah rawan. Upaya ini dilakukan menyusul kejadian bencana besar dua pekan lalu yang menelan korban jiwa.
“Kami bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait dan masyarakat, untuk melakukan pemantauan rutin di desa-desa yang berisiko. Ini bagian dari strategi pengurangan risiko bencana agar tidak ada lagi korban,” jelas AKP Hadi, Senin (27/5/2025).
Baca juga : Proyek Jalan Stasiun Dimulai, Warga Kediri Soroti Aspek Sosial
Sebagai bagian dari langkah preventif, jajaran Polsek Mojo secara rutin melakukan patroli ke kawasan-kawasan yang dianggap rawan. Selain itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan agar warga lebih peka terhadap perubahan cuaca yang bisa menjadi indikator awal bencana.
“Di musim peralihan seperti sekarang, penting bagi masyarakat untuk memahami tanda-tanda alam. Sosialisasi yang kami lakukan bertujuan agar warga memiliki bekal pengetahuan dasar dalam menghadapi situasi darurat,” imbuh mantan Kapolsek Tarokan itu.
Ia menekankan bahwa pengetahuan masyarakat tentang kondisi geografis wilayah tempat tinggal mereka sangat penting. Terutama mengingat banyak desa di Kecamatan Mojo berada di lereng perbukitan yang rawan longsor saat diguyur hujan deras.
Baca juga : OJK Kediri Tegaskan Layanan SLIK Gratis, Imbau Warga Waspada Praktik Percaloan
Dengan patroli rutin dan komunikasi aktif bersama warga, Polsek Mojo berharap risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman alam.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





