Kediri, LINGKARWILIS.COM β Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kediri saat musim kemarau. Kali ini, lahan tebu milik warga di Dusun/Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, terbakar pada Minggu (2/8/2026) siang.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan tebu dan menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp50 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan kebakaran diketahui setelah warga melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Ngadiluwih.
Mendapat laporan itu, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Api yang saat itu cukup besar berhasil dikendalikan sebelum merembet lebih luas.
Baca juga :Β Kala Senja di Bumi Panjalu Jadi Ruang Guru Lestarikan Cerita Rakyat Kediri
“Belum diketahui asal muasal adanya kebakaran ini dan kami pastikan tidak ada korban jiwa. Petugas yang mendapatkan laporan langsung menuju lokasi dengan satu mobil armada berkapasitas 2.500 liter air dan lima personel. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu setengah jam,” ujar Khaleb.
Hingga kini, petugas belum mengetahui secara pasti sumber api yang menyebabkan lahan tebu tersebut terbakar. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Khaleb mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Terutama bagi warga yang melakukan pembakaran daduk maupun sampah agar tidak meninggalkan api tanpa pengawasan.
Menurutnya, percikan api yang terbawa angin dapat dengan mudah merembet ke lahan atau area lain yang kering. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran dan kerugian yang cukup besar.
Baca juga :Β Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Kediri Imbau Warga Pasang Bendera dan Umbul-Umbul
“Kami mengimbau warga, khususnya yang sedang membakar daduk atau sampah, agar selalu ditunggui. Ini untuk mengantisipasi percikan api merembet ke tempat lain dan menyebabkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





