Kediri, LINGKARWILIS.COM – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Kediri menggelar Kejuaraan Petanque Pelajar se-Jawa Timur yang diikuti 300 atlet dan pelatih dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Ajang ini digelar di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Kampus 4, Jalan Lintasan Kota Kediri, mulai Jumat (31/10/2025).
Kejuaraan yang merupakan edisi ke-27 FOPI Kota Kediri ini berlangsung selama tiga hari, hingga 2 November 2025, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono.
Dalam sambutannya, Mandung mengaku baru kali pertama menyaksikan langsung pertandingan petanque. Ia berkomitmen untuk memperkenalkan olahraga asal Prancis itu ke berbagai sekolah di Kediri agar semakin populer di kalangan pelajar.
“Semoga para atlet betah di Kota Kediri, bukan hanya tiga hari, tapi bisa lebih lama,” ujar Mandung disambut tepuk tangan peserta.
Mandung menyebut, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter pelajar.
Baca juga : Mahasiswa Kediri Gelar Aksi Damai, Desak Reformasi Polri dan Pembebasan Aktivis
“Olahraga melatih fisik, menyehatkan pikiran, dan membentuk mental tangguh,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para guru olahraga tingkat SD dan SMP guna memperkuat pembinaan atlet daerah agar mampu berprestasi hingga level provinsi dan nasional.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, sportif, dan bermental juara,” katanya.
Mandung juga sependapat dengan Sekretaris Umum Pengprov FOPI Jawa Timur, Abdul Hafidz, bahwa olahraga sejatinya merupakan bagian dari pendidikan akademik.
“Jaga sportivitas dan kebersamaan. Selamat bertanding, salam olahraga!” pesannya.
Sementara itu, Abdul Hafidz menjelaskan bahwa Jawa Timur kini menjadi pusat pelatihan nasional cabang Petanque karena banyak atletnya yang dipanggil membela Timnas SEA Games.
Dari sepuluh atlet Petanque yang lolos seleksi SEA Games, beberapa di antaranya berasal dari Jatim, termasuk Anjani Dwi Aprilia asal Pasuruan yang menjadi unggulan nomor satu nasional kategori single woman.
Anjani berhasil mencatat sederet prestasi gemilang dua emas di PON Aceh–Sumut, juara pertama Kejuaraan Asia di Tiongkok, serta runner-up di Thailand dan Malaysia yang mengantarkannya ke ajang internasional bergengsi tersebut.
“Itu alasan Anjani dipilih mewakili Indonesia di SEA Games,” terang Hafidz.
Baca juga : Tindak Lanjuti Penurunan HET, Pemkab Kediri Terbitkan SE ke-Distributor dan Kios Pupuk
Hafidz menegaskan bahwa prestasi olahraga kini setara dengan capaian akademik.
“Belajar di lapangan itu juga bagian dari pendidikan. Atlet yang berprestasi harus mendapat apresiasi sama seperti juara olimpiade sains,” tegasnya.
Menurutnya, olahraga tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai kejujuran.
“Prestasi sehebat apa pun tidak akan berarti tanpa karakter sportif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Harian PB FOPI Kota Kediri, Abdian Asgi Sukmana, menambahkan bahwa UNP Kediri menjadi pusat pembinaan atlet Petanque daerah. Kejuaraan pelajar seperti ini rutin digelar setiap tahun dan menjadi salah satu dari tiga agenda tetap FOPI Kota Kediri—yakni kompetisi internal, ajang tingkat provinsi, serta program pembinaan bagi guru dan wali atlet.
“Kami berharap atlet yang tampil hari ini bisa berlanjut ke level provinsi hingga nasional,” tutur Abdian.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap bersemangat di tengah kondisi cuaca apa pun.
“Bagi pelatih, pembina, dan atlet, jangan surut semangat. Walau hujan, kegiatan harus tetap berjalan,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Penasehat Pengprov FOPI Jatim dan Binpres PB FOPI Nurkholis, Kabid Olahraga Disbudparpora Kota Kediri Suminarto, Wasekum KONI Kota Kediri Sriwibowo, serta Rektor UNP Kediri yang diwakili oleh Abdian Asgi Sukmana.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





