LINGKARWILIS.COM – Adanya kerusuhan dan penjarahan yang terjadi di Pemkab Kediri serta berbagai kota di Jawa Timur dan Indonesia berdampak serius terhadap roda perekonomian, khususnya pelaku UMKM.
Gangguan distribusi membuat pengusaha kecil dan menengah terpukul karena pengiriman produk ke berbagai daerah terhambat, bahkan jumlah produksi ikut menurun.
Kondisi ini dialami Hartakim (55), pengusaha rangginang ternama asal Desa Kayuhan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Ia mengaku cemas dengan situasi yang terus bergejolak beberapa minggu terakhir.
Jika dalam kondisi normal dirinya bisa memproduksi 1β2 kwintal rangginang per hari, kini hanya mampu menghasilkan sekitar tiga kwintal dalam sepekan.
Akhir Pekan Panjang, Monumen SLG Kediri Ramai Dikunjungi Wisatawan
“Pengiriman ke berbagai kota di luar Jawa seperti Pangkalan Bun, Sulawesi, Sumatra dan Kalimantan jadi terhambat. Ekspedisi kami juga mikir soal keselamatan barang yang dibawa. Hingga pemasaran di wilayah luar Jawa sepi dan sebenarnya banyak ditunggu konsumen,” katanya.
Takim menambahkan, bahan baku rangginang berupa beras ketan dengan harga Rp 13.000 per kilogram masih bisa didapatkan di Kabupaten Kediri.
Namun, pengiriman ke luar negeri seperti Jepang, Singapura, Arab, dan Malaysia yang biasanya dilakukan tiga bulan sekali, kini hanya sebatas persiapan barang.
“Adanya peristiwa ini membuat kami terpukul, tidak saya saja tapi semua teman pengusaha UMKM. Dari hal ini Pemkab Kediri ada solusi untuk kami,” ujarnya.
Bagi pelaku UMKM seperti Takim, stabilitas keamanan bukan hanya soal rasa aman, tetapi juga penentu keberlangsungan usaha.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa keamanan daerah sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.
Reporter: Bakti Wijaya
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya


