JOMBANG, LINGKARWILIS.COM —Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf hadir memenuhi undangan para kiai sepuh di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (6/12). Ini merupakan pertemuan penting di tengah dinamika yang tengah mewarnai internal organisasi.
Sekitar pukul 11.30 WIB, Gus Yahya datang bersama pengurus PBNU dan langsung menuju kompleks pemakaman masyayikh Tebuireng untuk berziarah. Usai melakukan salat zuhur, rombongan kemudian menghadiri agenda pertemuan tertutup bersama pengasuh Tebuireng di tenda Ndalem Kasepuhan.
Di sela rangkaian acara tersebut, Gus Yahya menyampaikan bahwa dirinya siap menjalankan apa pun yang diminta para kiai serta menyiapkan seluruh dokumen bila diperlukan.
“Apa pun yang nantinya diminta, saya siap. Semua pertanyaan akan saya jawab. Kami hadir lengkap dengan berkas dan dokumen yang dibutuhkan. Semoga ini menjadi langkah awal menuju penyelesaian,” ujarnya.
Baca juga : Sebanyak 500 Pohon Ditanam dan 1.200 Benih Ikan Dilepas di Sendang Slaji Jombang
Silaturahmi tersebut turut dihadiri sejumlah jajaran PBNU, seperti Katib ‘Aam PBNU KH Said Asrori, anggota Syuriah PBNU Ali Akbar Marbun, Katib PBNU KH Muhammad Aunullah A’la Habib, Bendahara Umum PBNU Sumantri Suwarno, serta Sekjen PBNU Amin Said Husni.
Berdasarkan surat undangan yang ditandatangani Pengasuh Tebuireng KH Abdul Hakim Machfudz, pertemuan dijadwalkan berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB, dengan harapan dapat memperkuat komunikasi antara para mustasyar dan pimpinan PBNU terkait kondisi organisasi.
Sebelumnya, para kiai sepuh yang tergabung dalam Forum Sesepuh NU menyuarakan keprihatinan atas situasi internal PBNU beberapa waktu terakhir. Sejumlah pertemuan antar pesantren telah digelar untuk mendorong penyelesaian masalah melalui musyawarah demi menjaga harmoni jam’iyah.
Juru bicara forum, KH Oing Abdul Muid Sohib, menegaskan pentingnya meredakan ketegangan dan mengembalikan fokus pada persatuan.
Baca juga : Gerakan Pangan Murah Jelang Nataru yang Digelar Kejari Kabupaten Kediri Diserbu Warga, Ini Infonya
“Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama sangat prihatin dengan kondisi PBNU saat ini, dan semua berharap segera ada islah,” tuturnya.
Forum tersebut digagas oleh dua kiai senior, yakni KH Anwar Manshur dari Ponpes Lirboyo dan KH Nurul Huda Djazuli dari Ponpes Al Falah Ploso, yang mendorong agar seluruh pihak kembali pada tujuan besar organisasi demi kepentingan umat.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





