Ribuan Warga Serbu Larungan Telaga Ngebel, Buceng Ikan Nila Jadi Rebutan

Ribuan Warga Serbu Larungan Telaga Ngebel, Buceng Ikan Nila Jadi Rebutan
Larungan di Telaga Ngebel Ponorogo peringatan 1 Muharram (Sony)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Ribuan masyarakat memadati kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Selasa (16/6/2026), untuk menyaksikan tradisi larungan yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro 2026 sekaligus peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah dengan kirab buceng berisi hasil bumi yang diarak mengelilingi Telaga Ngebel sebelum akhirnya dilarung sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil alam yang diberikan kepada masyarakat.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Dalam prosesi itu, tiga buceng agung dibawa ke tengah telaga untuk dilarung, sementara 22 buceng purak dipersiapkan untuk diperebutkan warga yang sejak pagi telah memadati lokasi acara.

Buceng yang berbentuk gunungan tersebut berisi beragam hasil bumi, mulai dari sayuran, buah-buahan hingga ikan nila. Saat prosesi purak dimulai, masyarakat langsung berebut isi buceng dengan harapan memperoleh berkah.

Baca juga : Ratusan Ribu Warga Padati Kirab dan Jamasan Pusaka Sambut Malam 1 Suro di Ponorogo

Salah seorang warga, Mariyem, asal Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, mengaku sengaja datang untuk mengikuti tradisi tersebut.

“Alhamdulillah tadi dapat sayur dan ikan. Semoga membawa berkah bagi keluarga,” ujarnya.

Keunikan larungan tahun ini terlihat dari hadirnya buceng berbahan utama ikan nila. Pembudidaya ikan nila Telaga Ngebel, Hadi Santoso, menjelaskan sebanyak tiga kuintal ikan nila atau sekitar 1.200 ekor digunakan untuk menyusun gunungan tersebut.

Menurutnya, ikan yang digunakan merupakan hasil budidaya dari 15 peternak ikan di kawasan Telaga Ngebel. Selain menjadi bagian dari tradisi, langkah tersebut juga bertujuan memperkenalkan potensi perikanan lokal kepada masyarakat dan wisatawan.

“Mayoritas warga di sekitar telaga merupakan pembudidaya ikan nila. Karena itu kami ingin mengenalkan potensi tersebut. Meskipun baru pertama kali, antusias masyarakat untuk mendapatkan buceng ikan nila sangat tinggi,” katanya.

Baca juga : PAD Ponorogo Baru Terealisasi 35,5 Persen, Pemkab Kejar Rp340 Miliar hingga Akhir Tahun

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan tradisi larungan memiliki makna lebih dari sekadar seremoni budaya. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pelestarian tradisi sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Rita itu, inovasi masyarakat menghadirkan buceng berisi ikan nila dan durian menjadi daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan Grebeg Suro tahun ini.

“Ini merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah. Kehadiran tumpeng berisi ikan dan durian menunjukkan kreativitas masyarakat Ponorogo dalam mendukung Grebeg Suro,” ujarnya.

Ia berharap tradisi tersebut terus dilestarikan dan mampu memperkuat posisi Telaga Ngebel sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Ponorogo.

Sebelum dilarung, seluruh buceng terlebih dahulu didoakan bersama. Selanjutnya, Lisdyarita bersama tokoh adat dan jajaran Forkopimda membawa buceng agung ke tengah telaga menggunakan perahu untuk dilarung.

“Kami berdoa agar masyarakat Ponorogo senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, kemakmuran, kedamaian, serta dijauhkan dari segala bentuk mara bahaya,” pungkasnya.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *