PAD Ponorogo Baru Terealisasi 35,5 Persen, Pemkab Kejar Rp340 Miliar hingga Akhir Tahun

PAD Ponorogo Baru Terealisasi 35,5 Persen, Pemkab Kejar Rp340 Miliar hingga Akhir Tahun
Gelaran Grebeg Suro diharapkan bisa mendongkrak PAD melalui kunjungan wisata (Sony)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ponorogo hingga akhir Mei 2026 masih berada di bawah target yang ditetapkan. Dari target PAD sebesar Rp528 miliar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo baru berhasil membukukan penerimaan sekitar Rp188 miliar atau 35,5 persen.

Dengan capaian tersebut, Pemkab Ponorogo masih harus mengejar tambahan pendapatan sekitar Rp340 miliar dalam sisa waktu hingga akhir tahun anggaran 2026.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Berdasarkan data Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Ponorogo, sektor retribusi daerah menjadi penyumbang terbesar PAD dengan nilai sekitar Rp103 miliar. Sementara itu, penerimaan dari sektor pajak daerah telah mencapai sekitar Rp81 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPKAD Ponorogo, Sriyono, menjelaskan bahwa selama ini kontribusi terbesar PAD masih berasal dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), khususnya rumah sakit milik pemerintah daerah.

Baca juga : DPP PKB Tetapkan Kang Wie Pimpin DPC PKB Ponorogo Periode 2026–2031

“Penyumbang terbesar PAD selama ini memang berasal dari BLUD, seperti rumah sakit. Namun pendapatan tersebut juga kembali digunakan untuk mendukung operasional dan pelayanan rumah sakit,” ujarnya.

Meski realisasi PAD belum mencapai setengah dari target tahunan, Pemkab Ponorogo tetap optimistis mampu meningkatkan perolehan pendapatan pada semester kedua tahun ini.

Salah satu sektor yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan adalah pariwisata. Pemerintah daerah menilai sejumlah agenda besar yang akan digelar di Ponorogo berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Sriyono, perayaan Grebeg Suro menjadi salah satu momentum penting yang diperkirakan mampu mendongkrak penerimaan daerah, terutama dari sektor pajak hotel, restoran, dan berbagai retribusi pendukung lainnya.

“Apabila tingkat kunjungan wisata meningkat dan sektor perhotelan serta restoran ramai, tentu akan memberikan dampak positif terhadap penerimaan pajak daerah,” katanya.

Baca juga : Modus Tukar Uang, Dua WNA Terekam CCTV Diduga Gasak Uang Kasir Toko di Ponorogo

Selain mengoptimalkan sektor pariwisata, Pemkab Ponorogo juga terus melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi sumber pendapatan baru yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Namun, upaya tersebut dipastikan tetap memperhatikan kondisi masyarakat dan tidak menambah beban ekonomi warga.

Di sisi lain, target PAD Kabupaten Ponorogo tahun 2026 masih berpotensi mengalami perubahan. Hal itu berkaitan dengan rencana kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai pembagian opsen pajak kendaraan bermotor yang diperkirakan akan memengaruhi struktur penerimaan pajak daerah di tingkat kabupaten dan kota.

“Kami terus berupaya mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan yang masih potensial tanpa membebani masyarakat, sehingga target PAD dapat tercapai dan pembangunan daerah tetap berjalan optimal,” tandas Sriyono.***

Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *