LINGKARWILIS.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan tanggapan terkait kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa kepala daerah seharusnya tidak merasa khawatir, melainkan melihat peluang positif yang bisa dimanfaatkan dari kebijakan ini.
Saat menghadiri acara serah terima jabatan (Sertijab) Bupati Jombang di Gedung DPRD Jombang pada Rabu (5/3) malam, Khofifah menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukanlah hambatan bagi pembangunan maupun kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, situasi ini justru menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam membaca peluang serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
“Saya ingin kepala daerah tidak cemas terhadap efisiensi anggaran. Ada sisi positif yang bisa dimanfaatkan untuk membangun generasi muda yang lebih berdaya saing di masa depan,” ujarnya.
Jual Miras Ilegal Saat Tarawih, Warga Jombang Terjaring Razia Polisi
Lebih lanjut, Gubernur Jawa Timur dua periode itu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dalam merespons kebijakan efisiensi anggaran. Dengan visi dan misi yang selaras, ia yakin langkah ini tidak akan menghambat program pengentasan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Khofifah juga menyinggung program Sekolah Rakyat, yang merupakan inisiatif pemerintah provinsi untuk memperluas akses pendidikan. Program ini dinilai tetap dapat berjalan seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran tanpa mengalami kendala berarti.
Selain itu, ia turut menyoroti kenaikan harga bahan pokok selama bulan Ramadan, khususnya beras dan cabai yang mengalami lonjakan cukup signifikan. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan stok beras di Jawa Timur masih mencukupi hingga perayaan Lebaran.
“Memang ada kenaikan harga, terutama untuk beras dan cabai. Tapi kami pastikan stok beras masih sangat aman,” tegasnya.
Dengan penerapan strategi efisiensi yang tepat serta sinergi yang kuat antar pemerintah daerah, Khofifah optimistis program pembangunan di Jawa Timur tetap dapat berjalan dengan baik, meskipun terjadi penyesuaian anggaran. (st2/ag)
Rditor: Shadinta Aulia Sanjaya






