Kisah Bu Sunarsih, Bertahan di Panas Trotoar Demi Rezeki dari Seikat Kangkung

Kisah Bu Sunarsih: Bertahan di Panas Trotoar Demi Rezeki dari Seikat Kangkung
Bu Sunarsih penjual Kangkung di Kertosono (Ade)

NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Diantara tumpukan bayam segar dan cabai yang baru dipetik, duduk seorang perempuan paruh baya bernama Bu Sunarsih (56). Ia bukan sekadar menjual sayur di pinggir jalan, melainkan memperjuangkan martabat hidup di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Meski Pemerintah telah menyediakan los baru di Pasar Baru Kertosono, Bu Sunarsih memilih bertahan di trotoar. Bagi sebagian orang, keputusannya dianggap melanggar aturan. Namun bagi dirinya, terpal lusuh di tepi jalan justru menjadi benteng terakhir untuk mempertahankan penghidupan.

bayar PBB Kota Kediri

Bu Sunarsih mengaku sempat mencoba berjualan di dalam los baru itu selama tiga hari. Namun hasilnya justru membuatnya rugi.

“Di dalam itu sepi, Mas, seperti kuburan. Pembeli malas masuk. Kalau dagangan saya tidak laku, sayur saya busuk. Kalau sayur mati, dapur saya juga ikut mati,” ujarnya, kemarin.

Baca juga : Proyek Drainase di Desa Pacekulon Nganjuk Diduga Bermasalah, Warga Mengaku Dimintai Uang Tambahan

Ia menilai persoalan yang dihadapinya bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi persoalan logika hidup. Sayur yang dijualnya tak bisa menunggu pembeli datang, karena waktu dan kesegaran adalah segalanya bagi pedagang kecil sepertinya.

Menempati trotoar memang penuh risiko, tetapi di sanalah ia masih bisa berharap. Pembeli yang melintas dengan motor dapat berhenti sejenak dan langsung bertransaksi. Jualan pun cepat habis, dan risiko sayur layu bisa ditekan.

“Saya dibilang bandel, tapi saya cuma ingin hidup jujur. Saya pilih panas dan debu di sini daripada di dalam tapi rugi,” tuturnya sambil merapikan seikat kangkung.

Cerita Bu Sunarsih adalah potret kecil perjuangan banyak pedagang tradisional yang berjuang di tengah kebijakan pembangunan pasar modern.

Baca juga : Pemkot Kediri Dorong UMKM Naik Kelas dan Tangguh di Era Digital

Ia adalah simbol keteguhan seorang ibu yang memilih kerasnya trotoar Kertosono demi memastikan rezeki dan harapan keluarganya tetap segar setegar sayuran yang dijajakan setiap pagi.***

Reporter : Ade Ryan Setiono

Editor :Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4Dsitus toto