LINGKARWILIS.COM – Bagi generasi tahun 1990, nama Iyeth Bustami tentu tak asing di telinga. Penyanyi berdarah Melayu asal Bengkalis, Riau ini dikenal lewat suara khas dan cengkok melayunya yang kuat.
Salah satu lagu yang melejitkan namanya adalah “Laksmana Raja di Laut” tembang yang bukan sekadar hiburan, melainkan menyimpan sejarah panjang bagi masyarakat Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis.
Dihimpun dari berbagai sumber, lagu ini terinspirasi dari sosok nyata, Datuk Laksmana Raja di Laut, tokoh legendaris yang hidup di masa Kerajaan Siak Sri Indrapura. Meski bukan keturunan bangsawan, Datuk Laksmana dikenal karena keberanian dan kepemimpinannya hingga diangkat menjadi pembesar kerajaan. Ia diberi gelar “Raja di Laut” karena perannya sebagai panglima yang menjaga keamanan Selat Malaka dari ancaman perompak.
Datuk Laksmana Raja di Laut merupakan gelar kehormatan yang diberikan oleh Kerajaan Siak kepada penguasa maritim yang bertugas menjaga perairan strategis. Sosok yang paling dikenal adalah Datuk atau Encik Ibrahim, yang memegang jabatan tersebut antara tahun 1767 hingga 1807 M. Gelar ini kemudian diwariskan kepada para penerusnya hingga generasi keempat.
Lirik lagu “Laksmana Raja di Laut” secara jelas menyebutkan tempat persemayaman sang tokoh.
“Laksamana raja di laut, bersemayam di Bukit Batu.”
Bukit Batu merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkalis yang hingga kini dikenal sebagai lokasi makam dan bekas pusat pemerintahan Datuk Laksmana. Penggalan lirik tersebut menjadi penegasan atas keberadaan tokoh legendaris ini di tanah Riau.
Sebagai lagu Zapin Melayu, “Laksmana Raja di Laut” tak hanya menonjolkan keindahan musik dan tarian tradisional, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan sejarah Riau.
“Zapin aku dendangkan, lagu Melayu pelipur hati… Laksamana raja di laut, bersemayam di Bukit Batu…”
Melalui liriknya, lagu ini menggambarkan rasa bangga sekaligus penghormatan terhadap tokoh penjaga kedaulatan maritim Melayu, yang namanya diabadikan dalam seni dan budaya masyarakat setempat.
Meski tidak menceritakan secara rinci kisah hidup Datuk Laksmana, lagu ini memuat semangat heroik sang tokoh—penjaga pesisir dan pelindung jalur pelayaran Selat Malaka. Nilai keberanian dan pengabdian Datuk Laksmana menjadi simbol keteguhan masyarakat Melayu dalam mempertahankan kehormatan dan wilayahnya.
Melalui lagu yang dipopulerkan Iyeth Bustami ini, Datuk Laksmana Raja di Laut tidak hanya dikenang sebagai tokoh sejarah, tetapi juga sebagai lambang kebesaran budaya Melayu yang hidup dalam setiap denting zapin dan syairnya.***
Penulis: Dhiya Arrizkiyatu Azkiyah
Editor : Hadiyin



