LINGKARWILIS.COM – Bermula dari kecintaan terhadap kelinci hias, Irwan Puji Widodo, warga Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Jombang sukses mengubah hobinya menjadi ladang usaha.
Sejak 2012, Irwan menekuni usaha ternak kelinci hias dan pedaging yang kini terus berkembang bahkan mampu bertahan saat pandemi melanda.
Di pekarangan rumahnya, Irwan membangun kandang yang kini menampung sekitar 170 ekor kelinci hias dari berbagai jenis.
Mulai dari rex berbulu karpet, new zealand white, hingga turunan kelinci hias seperti fuzzy loop, dachshund, dan satin.
Tabrakan Maut di Ploso, Jombang, Pemotor Warga Desa Losari Tewas Usai Dihantam Truk
“Dulu cuma pelihara lima ekor karena hobi, lama-lama berkembang. Tiap tahun nambah indukan dan anakannya. Sekarang sudah hampir 170 ekor,” terang Irwan saat ditemui di lokasi, Senin (7/7).
Menurutnya, konsistensi dalam perawatan menjadi kunci utama. Setiap hari ia membersihkan kandang, memberi pakan, memantau kesehatan, dan memberikan obat jika diperlukan. Ia menyebut, kebutuhan pakan harian bisa mencapai 20 kilogram.
“Yang penting bersih, dicek satu-satu. Perawatan itu yang paling menentukan pertumbuhan kelinci,” ujarnya.
Harga jual kelinci pun bervariasi. Untuk anakan usia 1 hingga 2 bulan, Irwan membanderol mulai dari Rp30 ribu hingga Rp70 ribu per ekor, tergantung jenis dan kualitas. Sedangkan indukan ditawarkan dengan harga antara Rp300 ribu sampai Rp700 ribu.
Bubur Suro, Sajian Sakral di Bulan Muharram yang Sarat Makna di Jombang
“Pelanggan datang mulai dari Jombang dan sekitarnya, hingga luar provinsi seperti Surabaya maupun Kalimantan. Mereka membeli untuk keperluan hobi, ternak ulang, hingga konsumsi daging,” tandasnya.
Salah satu pembeli, Alkansa Venus, mengaku membeli tiga ekor kelinci hias untuk dipelihara di rumah. “Cari yang unik buat anak-anak di rumah. Tadi lihat ada yang berbulu lebat dan lucu, langsung ambil tiga,” ujarnya.
Reporter: Agung Pamungkas
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya






